Home / INFO KITA / 5 event Terbaik bulan April di Indonesia. Apa saja?

5 event Terbaik bulan April di Indonesia. Apa saja?

Lensawisata.com, Bulan Maret tidak lama lagi akan masuk ke penghujung bulan dan masuk pada April. Konsentrasi Kementrian Pariwisata yang saat ini sangat gencar mempromosikan Pariwisata daerah untuk memacu geliat ekonomi salah satunya. Lensawisata.com dengan tagline Informasi Pariwisata Indonesia yang konsen terhadap Parwisisata Indonesia mencoba merengkum apa saja event besar di Indonesia yang masuk dalam kalender event Pariwisata Indonesia.

Bali, Bali Spirit Festival

2-8 April 2018

Tema tahun ini adalah “Return to Source”. Pada tingkat literal, festival kembali ke tempat asli kita tercinta, Bali Purnati – sebuah taman tropis yang asri dari teras terawat, pohon rindang sejuk, dan mata air rahasia untuk menyenangkan indera.Pada tingkat yang lebih dalam, “Kembali ke Sumber” BaliSpirit adalah pengakuan akan kehidupan batin yang bersatu dari semua makhluk hidup, Makhluk dari mana semua makhluk muncul, kesadaran yang melihat melalui setiap pasangan mata. Ini adalah keheningan sakral yang ditemukan dalam meditasi terdalam. Dan itu adalah musik yang mengalir dari kesadaran yang terpusat pada hati untuk memberkati semua orang dengan telinga untuk mendengar.

foto: balispiritfestival.com

“Kembali ke Sumber” adalah undangan untuk pulang. Kami meninggalkan barang bawaan kami di pintu dan memasuki taman magis yang penuh dengan musik dan tari, yoga dan meditasi, dan teman-teman dari seluruh dunia bersatu dalam perayaan. Silahkan bergabung dengan kami … selamat datang disini.

Guru Yoga yang akan hadir dalam Festival ini antara lain: Janet Stone, Eoin Finn, Tymi Howard, Mark Whitwell, Duncan Wong, Young Ho Kim, dan banyak lainnya! Kami juga menyambut artis musik Kamau Abayomi, Tina Malia, Amaru Pumac Kuntur, Minük dan banyak lagi.

 

DKI Jakarta, Jakarta Fashion and Food Festival

Jakarta Fashion & Food Festival atau JFFF (dibaca: je-ef-tri) merupakan event tahunan hasil kerjasama PT Summarecon Agung Tbk dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang menampilkan ragam kekayaan budaya Indonesia khususnya di bidang fashion & kuliner yang dikemas dalam rangkaian acara yang menarik. Di tahun ke-15 penyelenggaraannya, JFFF hadir melalui 2 rangkaian utama acara yaitu Fashion Festival dan Food Festival.

Nusa Tenggara Barat, Festival Tambora

Festival Tambora ini akan di mulai dari festival Mantar di Sumbawa Barat, Tambora Challenge lari 320 kilometer yang dimulai start dari Sumbawa Barat dan finish di Doro Canga, Kabupaten Dompu. Surfing di Pantai Lakey, kegiatan kebudayaan di Pekat Tambora, Sangiang di Kabupaten Bima.
Kegiatan ini dimulai 1 April hingga acara puncak pada 11 April 2018. Yang menjadi ikon tetap Gunung Tambora yang memiliki sejarah panjang dan dikenal dengan letusannya pada tahun 1815.

 

Sulawesi Tenggara, Halo Sultra

Tepatnya Tahun 2009, namanya resmi diubah menjadi Halo Sultra,dari yang sebelumnya Kemilau Sulawesi Tenggara.

Kata “Halo” diambil dari Haluoleo, salah satu raja yang memerintah kerajaan Konawe pada abad ke-17, dan “Sultra” adalah singkatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Untuk Halo Sultra Tahun ini, akan menaja pameran pariwisata dan seni dimulai dari 23 – 27 April, Sultra Tenun Karnaval, Gelar Seni Budaya, Pemelihan Putra Putri Pariwisata, dan Festival Kuliner. Sebanyak 6.747 orang ikut serta dalam pementasan acara lima hari ini, dengan jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai 100.000.

 

Banten, Exciting Banten Festival (Seba Badui)

Masyarakat Baduy, atau dalam sebutan lainnya dikenal Urang Kanekes (red. orang Kanekes) sebagaimana mereka tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak – Banten. Adalah masyarakat yang sampai saat ini masih mengikuti adat-istiadat secara ketat. Sejak berdirinya Kesultanan Banten yang berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya. Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan Seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993).

Upacara Seba digelar setelah musim panen dan menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan. Dimana pada saat ritual Kawalu, wisatawan dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam di tiga kampung, yakni Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. Selama ratusan tahun hingga sekarang, Upacara Seba terus dilaksanakan setahun sekali, berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan, gula aren dll). Dalam setiap upacara Seba warga Baduy memberikan pesan untuk selalu menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan, kepada Ibu Gede atau Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dan Bapak Gede atau Gubernur Banten.

About lensa wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Peringatan Hari Kopi Sedunia di Pekanbaru

Lensawisata.com, Kurang lebih ada sekitar 17 negara, termasuk di dalamnya Ethiopia, Britania Raya, Amerika Serikat, ...