Tuesday , November 21 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Festival Bakar Tongkang 2017
Festival Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau_lensawisata.com
Festival Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau_lensawisata.com

Festival Bakar Tongkang 2017

Lensawisata.com, Tambur dan simbal di pukul bertalu talu, lelaki tua dengan lengan berotot menghadap ke langit, berulang kali bendera hitam yang dipegang pada tangan kiri dikibaskan ke kiri ke kanan. Dari mengibaskan bendera, adegan berpindah ke lelaki tua itu menjura ke depan meja altar kecil yang ada di depan klenteng, namun, awan hitam masih menggantung di langit. Baru kali ini hujan turun pada saat festival ini berlangsung. Mungkin, inilah alasan kenapa ada dua tang ki/ loya, manusia yang kemasukan dewa berdiri di halaman depan Klenteng, untuk memindahkan hujan.

tang ki_lo ya memohon agar hujan berhenti
Tang ki_lo ya memohon agar hujan berhenti_lensawisata.com

Pagi hari di halaman klenteng In Hok King, Bagan Siapiapi

Upaya memindahkan hujan merupakan salah satu menu pembuka dalam festival Upacara Bakar Tongkang. Bakar tongkang merupakan ritual yang di lakukan setiap tanggal ke enam belas bulan ke lima/ Go Gwee Cap Lak oleh masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi. Ritual ini bertujuan mengenang kembali kedatangan leluhur masyarakat Tionghoa yang mendiami kota Bagan Siapiapi serta merayakan ulang tahun dari dewa/khong yang melindungi masyarakat Tionghoa Bagan Siapapi. Dewa ini bernama Kie Hu Ong Ya.

berdoa di dalam klenteng In Hok King_lensawisata.com

 

Dupa berukuran besar di halaman klenteng In Hok King_lensawisata.com

 

masyarakat tionghoa Bagan Siapiapi berdoa saat bakar tongkang_lensawisata.com

Alkisah pada zaman dahulu, sekelompok orang Tionghoa dari Fujian, China merantau menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana. Tujuan mereka merantau adalah untuk mengharapkan kualitas hidup yang lebih baik. Di dalam perjalanan di tengah lautan mereka mengalami kebimbangan. Mereka kehilangan arah. Di dalam suasana yang genting, mereka berdoa kepada Dewa Kie Hu Ong Ya. Di dalam keheningan malam, dewa Kie Hu Ong Ya memberikan petunjuk. Para penumpang kapal melihat cahaya dari bagian selatan yang menyerupai nyala api. Kapal ini pun mendarat nya pada daratan di tepi selat Malaka. 18 orang yang selamat saat mereka mendarat mereka menjadi leluhur masyarakat Tionghoa di Bagan Siapiapi.

Pembuka jalan saat arak-arakan tongkang_lensawisata.com

 

dewa perang yang ikut diarak bersama tongkang_lensawisata.com

 

sehari sebelum bakar tongkang, tongkang diarak menuju klenteng dari tempat pembuatan_lensawisata.com
sehari sebelum bakar tongkang, tongkang diarak menuju klenteng dari tempat pembuatan

 

arak arakan tongkang_lensawisata.com
Arak-arakan tongkang

 

masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi saat mengarak tongkang_lensawisata.com
masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi saat mengarak tongkang

Matahari bersinar dengan terik saat saya berada di Klenteng In Hok Kong, di halaman klenteng yang sudah dibangun sejak abad ke 18 akhir penuh dengan meja-meja panjang   yang diatasnya terdapat sesaji. Beragam jenis sesaji terlihat, ayam, kue bolu, ba cang, makanan kaleng dan babi adalah beberapa jenis sesaji yang terlihat. Masyarakat Tionghoa menyemut di depan tongkang besar berwarna putih, dupa-dupa berbau cendana menumpuk pada sebuah tempayan besar yang yang berada tepat di belakang tongkang. Berkarung-karung kim cua/ kertas doa dipindahkan dari bagian samping Klenteng ke atas truk. Sedang berlangsung sembahyang pagi saat saya sedang berada di depan klenteng.

masyarakat bagan menyentuh tongkang_lensawisata.com
Masyarakat bagan menyentuh tongkang

Sehari sebelum tongkang di sembahyangkan, tongkang di pindahkan dari ruko yang berada di sebelah kanan klenteng dengan cara diarak kemudian diletakkan di samping. Malam hari, klenteng mulai penuh dengan kunjungan warga yang ingin sembahyang malam. Masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi tumpah ruah selama ritual berlangsung.

saat tongkang melewati gerbang_lensawisata.com
Saat tongkang melewati gerbang_lensawisata.com

Pada pukul dua siang, terjadi keriuhan di halaman depan klenteng. Suara tambur dan perkusi seperti menyelimuti klenteng, Tang ki/Lo ya menuju tongkang. Loya-loya ini berasal dari klenteng-klenteng yang berada di kota Bagan Siapi api. Kedatangan mereka adalah memberikan persembahan kepada tongkang.

Festival Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau_lensawisata.com

Replika – replika dewa yang di letakkan di atas meja altar di bagian dalam klenteng dikeluarkan. Puluhan ribu masyarakat Tionghoa yang memegang dupa, secara serantak mengahadap ke arah klentens. Teriakan “ huuattaaaaa” yang berarti semangat menggelora. Arakan tongkang menuju tempat pembakaran dimulai. Tempat pembakaran berada pada sebuah lapangan yang berjarak 1 km dari Klenteng. Dahulu, lapangan ini merupakan daratan tempat leluhur masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi mendarat. Saat tongkang diarak. Di kiri kanan jalan, masyarakat Tionghoa berbaris menunggu. Saat arakan tongkang melewati mereka. Doa-doa dan permintaan dipanjatkan.

kim coa_kertas doa di buang kelangit, penanda tongkang siap dibakar_lensawisata.com

Setelah tongkang melewati gerbang menyerupai gerbang-gerbang di Tiongkok setinggi 8 meter lebar 5 meter, tongkang diletakkan diatas gunungan kertas kim cua/ kertas doa. Beberapa orang pengurus Klenteng naik ke tongkang untuk menaikkan dua buah tiang layar kapal.

Setelah dua tiang layar naik, kim cua/ kertas doa dilemparkan ke langit. Hal ini menandakan kapal sudah siap untuk berlayar. Teriakan “ huataaaaa” kembali terdengar. Dengan cepat api menjalar hingga ke bagian atas kapal. Masyarakat Tionghoa yang berada lapangan menjauhi tongkang sembari terus memanjatka doa. Hal yang paling di tunggu adalah pada saat tiang layar utama jatuh. Ada sebuah kepercayaan jika tiang layar utama jatuh ke arah laut maka rezeki tahun ini adalah di laut, jika tiang layar utama jatuh kedarat maka rezeki tahun ini jatuh ke darat.

Untuk tahun ini, rezeki bagi mayarakat Tionghoa Bagan Siapi api adalah laut. Karena tiang layar utama jatuh mengarah ke laut. BAW

Check Also

Pulau Pagang_lensawisata.com

Godaan Pasir Putih Pulau Pagang

Lensawisata.com, Suara mesin kapal membelah pagi yang sunyi. Matahari yang akan naik keperaduan terhalang tirai ...

One comment

  1. Pasti seeu banget ya acara bakar tongkanya, tahun depan harus kesini lihat acaranya langsung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *