Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / LIFE STYLE / Bubur Kampiun Bofet Abang Berdiri Sejak 1967
BUBUR KAMPIUN LENSAWISATA I

Bubur Kampiun Bofet Abang Berdiri Sejak 1967

Lensawisata.com, Pekanbaru – 25 Nopember 2015 – “Kalau tanggal muda, rami yang makan di siko. Kalo tanggal tua, bubur sedandang gadang ko nggak habis doh” dengan logat minang yang kental, Pak Yanto menjelaskan kepada saya mengenai siklus yang dialami oleh warung ini. Beliau menjelaskan kepada saya pada saat awal bulan warung ini akan ramai dengan kunjungan pembeli sedangkan saat akhir bulan warung akan sepi dengan pembeli.

LENSA WISATA_BUBURKAMPIUN

Jika bingung mencari sarapan pagi di Pekanbaru, cobalah menuju Jalan Hang Tuah. Jalan Hang Tuah ada disebelah kiri dari kantor PT Telkom yang berada di jalan Sudirman. Di sini terdapat sebuah warung makan yang secara konsisten dari tahun 1980-an menjual menu menu sarapan pagi. Bofet Abang nama dari warung ini. Warung ini memiliki siklus yang unik, ramai pada awal bulan dan sepi pada akhir bulan. Menu andalan dari warung ini adalah bubur kampiun.

BUBUR KAMPIUN LENSAWISATA I

Bubur kampiun adalah bubur campur khas orang Minang. Asal kata bubur kampiun berawal dari tahun1961. Pada saat pemberontakan PRRI berakhir di Sumatera Barat. Masyarakat Minang pada saat itu sedang mengalami trauma karena serangan dari Jakarta yang bertujuan untuk meredakan pemberontakan.

Untuk menghilangkan trauma tersebut dan mengembalikan keadaan ke kondisi semula maka Tokoh Adat dan Masyarakat di desa Jambu Air-Banuhampu, Bukittinggi mengadakan perlombaan. Salah satu lomba ini perlombaan membuat bubur. Lomba ini diikuti oleh semua lapisan masyarakat, tua muda, laki laki, dan perempuan.

LENSA WISATA_BUBURKAMPIUN_II

Didalam perlombaan membuat bubur, pada saat itu ada seorang nenek yang bernama Amai Zona. yang terlambat datang pada saat perlombaan sedang berlangsung. Dia tidak membawa persiapan apa-apa untuk mengikuti perlombaan ini. Dia hanya memasukkan bubur-bubur yang tidak habis dijualnya pagi hari kedalam beberapa mangkok untuk dicicipi oleh dewan juri.

Ketika mengumumkan nama pemenang, pembawa acara mengatakan bahwa pemenang dari lomba bubur ini adalah Amai Zona. Pada saat sang nenek ditanyakan apa nama bubur ini, dengan bangga nenek menyebutnya bubur kampiun. Hingga hari ini bubur ini dinamakan bubur kampiun.

LENSA WISATA_BUBURKAMPIUN_VI

Untuk isi dari semangkuk bubur kampiun, terdiri dari campuran pisang batu yang sudah di jadikan kolak, kacang hijau, ketan hitam, ketan putih, srikaya, roti bantal, dan bubur sumsum. Semua bahan ini dicampur dengan kuah santan dalam sebuah mangkuk berukuran sedang, bubur ini akan lebih nikmat pada saat dimakan panas.

LENSA WISATA_BUBURKAMPIUN_III

“Bofet Abang dahulunya berada di dalam pasar pusat Pekanbaru. Abak ambo dulu menggaleh di sinan sejak tahun 1967” ujar Ita yang merupakan generasi kedua dari pemilik bofet Abang. “ Setelah harga sewa didalam Pasar Pusat naiak, kami pindah ke Jalan Sudirman terlebih dahulu, kemudian pada awal tahun 1980. Abak membali rumah iko” Ita menceritakan bahwa bofet Abang sudah ada dari tahun 1967. Sejak awal berdiri ayah mereka sudah mengkhususkan untuk menjual bubur kampiun sebagai menu sarapan. Dan rasa dari bubur ini tidak berubah semenjak ayah mereka menjual bubur pertama kali. Selain bubur kampiun,di Bofet Abang, mereka juga menjual bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, lontong sayur, serabi srikaya dan lain sebagainya.

LENSA WISATA_BUBURKAMPIUN_V

Saat duduk di meja berwarna coklat yang berada tidak jauh dari meja kasir. Saya memesan menu andalan dari Bofet Abang. Semangkuk bubur kampiun hangat dengan sigap dihantarkan oleh pelayan ke meja. Manis dari kuah santan dari bubur langsung singgah ke lidah saya. Saat sesendok bubur kampiun masuk kedalam mulut. Bubur sumsum yang terbuat dari tepung beras dengan tekstur yang lembut juga ikut serta dalam suapan ini. Pada saat mengaduk bubur, dari bagian dasar mangkuk terlihat ketan putih dan pisang batu yang sudah bewarna coklat karena diselimuti gula merah. Pencampuran semua bahan bubur ini di dalam mulut memberikan warna rasa yang beragam. Ada manis, ada asin, ada tawar, dan ada sedikit rasa asam. Keberagaman rasa ini memancing saya untuk terus menyuap bubur, tanpa terasa semangkuk bubur pun habis.

 

Cukup dengan Rp 10.000 saya sudah bisa menikmati sarapan yang mengenyangkan. Porsi yang diberikan oleh Bofet Abang sesuai sebagai sumber tenaga untuk memulai aktifitas di pagi hari. Semangkuk bubur kampiun dan segelas kopi susu adalah pilihan tepat saat berada di warung yang sudah menjadi bagian dari sejarah Pekanbaru.

Check Also

selat melaka

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *