Thursday , November 23 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Semburat Oranye Ratu Boko
Candi Ratu Boko -Yogyakarta
Candi Ratu Boko -Yogyakarta

Semburat Oranye Ratu Boko

Yogyakarta, Lensa Wisata – Ratu Boko merupakan bangunan peninggalan kerajaan Mataram yang terletak di Daerah Yogyakarta. Bangunan ini pada awal nya berfungsi sebagai tempat menyepi dan memfokuskan diri bagi kehidupan spiritual. Di bangun pada masa Rakai Panangkaran yang merupakan salah satu wangsa Syailendra pada sekitar abad ke 8, bangunan ini menjadi saksi sejarah kemegahan arsitektur dan peradaban Indonesia.

Candi ratu Boko memiliki luasan 25 Ha. Dengan letak yang di atas bukit dengan ketinggian 197 meter diatas permukaan laut. Sehingga topografi dari candi mengikuti dari topografi bukit tersebut. Berundak undak yang dihubungi oleh anak anak tangga.

Namun, tantangan yang berupa anak tangga tersebut hanyalah sebagai “welcome drink” bagi saya sebelum masuk ke dalam “main course”

Selama ini, orang orang yang berkunjung ke Yogyakarta, jika ingin melihat matahari tenggelam. Biasanya menuju pantai yang ada di selatan kota Yogya, seperti pantai Parang Tritis di bantul ataupun pantai Sundak di Gunung Kidul. Sayangnya, untuk menuju tempat yang populer ini dibutuhkan waktu lebih dari satu jam dari Yogya. Padahal, masih ada beberapa titik di Yogya yang tidak jauh dari pusat kota,sebagai tempat untuk melihat matahari tenggelam. Salah satu tempat tersebut adalah Candi Ratu Boko.

Dibutuhkan waktu empat puluh menit dari kota Yogya berkendara untuk tiba di candi ini. Ada perbedaan tarif masuk di candi Ratu Boko jika ingin melihat matahari tenggelam. Untuk pagi sampai siang hari, dengan Rp 25.000,-saya sudah bisa masuk kedalam komplek candi. Sedangkan untuk melihat matahari tenggelam saya harus membayar Rp 75.000,-.

Setelah membayar tiket masuk, saya mendaki tangga tangga terjal untuk menuju pelataran candi. Di halaman candi, beberapa pengunjung terlihat duduk-duduk di atas rumput. Mereka memilih menunggu matahari tenggelam dari pada menelusuri candi ini. Padahal pemandangan dari kawasan di sekitar candi yang didirikan oleh pembesar agama Budha ini sungguh menggoda. Terdapat jejak jejak agama Hindu yang masih bisa dilihat di candi Ratu Boko.

Candi Ratu Boko -Yogyakarta
Candi Ratu Boko -Yogyakarta

Sebelum melihat matahari tenggelam, saya menuju bagian belakang candi. Tempat pembakaran adalah nama tempat yang dikunjungi Dahulu tempat ini dijadikan sebagai tempat membakar mayat. Dibagian bawah tempat pembakaran, domba dan kambing merumput dengan santainya. Hanya saya sendiri yang berada di tempat pembakaran, sehingga mereka tidak terganggu sama sekali. Ingin rasanya melangkah kebagian paling belakang dari candi ratu Boko. Tempat dimana terdapat sumber air yang digunakan oleh agama Hindu sebagai air pensucian.

Namun, semburat jingga dari matahari tenggelam lebih menggoda. Bunyi jendela rana dari kamera yang dibawa para pengunjung candi menjadi musik pengiring saat matahari mulai kembali keperaduan di langit Yogyakarta.

Notes:
1. Bawa lah pelindung kepala jika ingin berkunjung ke candi ini, karena letak candi ini yang berada di atas bukit. Maka kita akan dapat merasakan terik nya matahari
2. Jika ingin menikmati Sunset. Candi ini juga di buka sampai matahari tenggelam. Kita bisa mengabadikan keindahan matahari tenggelam dengan latar belakang gunung merapi dari candi ini
3. Jangan membuang sampah sembarangan, candi ini sudah cukup tersiksa karena ulah tangan tangan jahil manusia. (BAW)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *