Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Cerita dari Sumur Minyak 01
sumur minyak
Sumur minyak 01, sumur minyak pertama Chevron yang menghasilkan minyak untuk diekspor. (BAW, Lensa Wisata)

Cerita dari Sumur Minyak 01

Lensawisata.com, Cerita dari Sumur Minyak 01, – Sebelum melakukan pengeboran di Riau, Chevron Pasific Indonesia yang pada saat itu merupakan perusahaan gabungan dari Standard Oil Company of California (Socal) dan Texas Oil Company (Texaco) membentuk sebuah perusahaan patungan di daerah Sumatera yang bernama NV Nederlandsche Pasific Petroleum Maatschappij ( NPPM ) pada tahun 1924. Saat itu, Standard Oil Company of California (Socal) melakukan penelitian di Sumatera Tengah dengan mengirimkan ahli geologinya, Richard N Nelson. Pada tahun 1938, seorang ahli geologi Amerika bernama Walter E Nygren ditugaskan mempelajari daerah di sekitar Minas.

Enam buah jalan rintis yang sejajar, masing-masing terpisah enam kilometer, dibuat dengan menembus hutan belantara lebat Riau, jalan eksplorasi ini memanjang dari timur laut ke barat daya. Disetiap dua ratus meter digali lubang sedalam enam meter untuk mendapatkan contoh-contoh dari dasarnya. Tiga ribu buah lubang semacam itu dibuat oleh Nygren dengan menggunakan gurdi yang diputar dengan tangan. Nama Minas, mengambil nama sebuah perkampungan Masyarakat adat Sakai yang berdekatan dengan daerah survei pertama.

Setahun setelah Nygren melakukan eksplorasi, pada tahun 1939, ahli geologi lainnya yang bernama Richard H Hopper dikirim ke Minas untuk menguji hasil perkiraan rombongan yang dipimpin Nygren. Pemetaan seismik di Minas pada 1940 menunjukkan adanya suatu anticline.

Anticline merupakan lapisan batuan yang berbentuk cembung berukuran besar yang tersusun dari lapisan-lapisan batu. Anticline merupakan tempat ideal bagi minyak berkumpul. James P. Fox, ahli geologi utama pada kantor Chevron ( saat itu disebut NPPM ) di Medan, memilih suatu lokasi pada titik tertinggi pada peta sebagai tempat untuk mengebor sumur percobaan No 1. Jika titik ini berhasil di bor, diperkirakan produksi minyak per hari adalah dua ribu barrel minyak.

Sayangnya, sebelum sempat mengebor. Perang Dunia II pecah dengan diserangnya Pearl Harbour oleh Jepang pada tanggal 7 Desember 1941. Disusul dengan pendaratan tentara Jepang di Malaya, Filipina dan Indonesia. Tentara Jepang dengan cepat bergerak ke kawasan Asia Tenggara. Karyawan-karyawan Chevron diperintahkan meninggalkan Minas.

GN de Laive, seorang sarjana Teknik Perminyakan yang ikut ditangkap oleh Jepang, menceritakan kepada dua karyawan pengeboran yang berasal dari Indonesia, Gedok dan Saadi, bahwa tentara Jepang telah mengebor sumur Minas No 1 di tempat yang dipilih Chevron dengan menggunakan peralatan dan beberapa orang bekas karyawan Chevron. Pengeboran ini dipimpin oleh geologis yang berasal dari Jepang, dia bernama Toru Oki, yang bekerja di Japan Petroleum Exploration Company (Japex). Percakapan antara Gedok dan Saadi terjadi saat dua pegawai pengeboran ini mengunjungi GN de Laive di camp tawanan perang pasifik Pekanbaru.

Setelah Jepang kalah, Richard H Hopper meminta bantuan dari teknisi Japex yang berhasil mengebor titik percobaan itu. Hopper meminta Jepang untuk mengambil contoh inti batuan, contoh minyak dari sumur Minas No 1,catatan mengenai sumur, dan hasil percobaan produksinya. Pada bulan September 1946 utusan Chevron berkunjung ke Pekanbaru, mereka berkunjung ke sumur Minas 01.

Di tahun 1949, terjadilah konferensi Meja Bunda di Den Haag Belanda. Belanda mengakui kedaulatan dari Negara Republik Indonesia. Sumur sumur yang tadi dikuasai sepihak oleh Belanda saat agresi militer terjadi kembali kepada para pemilik konsesi lahan. Konsesi lahan Chevron yang berada di Minas kembali. Pada tanggal 1 Desember 1949, pengeboran pertama sumur Minas 01 dimulai. Pengeboran ini selesai pada tanggal 8 Februari 1950 dengan kedalaman 2.650 kaki. Data dari pihak Jepang, sesuai dengan kondisi yang didapatkan oleh pengeboran awal ini. minyak yang keluar sesuai dengan asumsi data geologis yang ada. Sumur 01 ini menghasilkan 2.000 barrel minyak sehari. 01 merupakan sumur pertama Chevron yang menghasilkan minyak.

Diperlukan waktu 17 tahun untuk meraih pencapaian produksi 1 miliar barel di tahun 1969. Sumur produksi pertama dari Chevron di Indonesia sekarang menjadi monument sejarah perkembangan Industri Migas di provinsi Riau. Sumur ini berada di tepi jalan lintas Pekanbaru- Medan, empat km dari kota Minas. Sumur 01 dengan pompa angguk nya bermerek Lufkin, menjadi saksi bisu dalam perkembangan perusahaan besar multi Nasional di Riau. Saat pompa ini beroperasi, suara “ngggung, nguuung” dari mesin penggerak pompa akan terus terdengar selama dua puluh empat jam. Pompa yang di cat hitam ini menjadi saksi bagaimana emas hitam yang berasal dari perut Riau diekspor sebagai pendapatan Negara. (BAW)

Check Also

selat melaka

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *