Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Cian Cui (Perang Air), Meriahkan Perayaan Imlek di Selatpanjang
cian cui
Cian Cui (Perang Air) Imlek di Selatpanjang

Cian Cui (Perang Air), Meriahkan Perayaan Imlek di Selatpanjang

Lensawisata.com, Cian Cui (Perang Air), Meriahkan Perayaan Imlek di Selatpanjang, – Konon, semasa kecil, hampir semua orang suka bermain air. Apalagi saat musim hujan, sungguh musim yang mengasyikkan. Bermain bersama teman-teman dibawah rintik hujan tak berhenti sebelum teriakan emak memaksa kita untuk menyudahi bermain hujan.  Mungkin, kesenangan bermain air ini yang menginspirasi orang Tionghoa Selatpanjang memeriahkan perayaan Imlek dengan perang air.

Entah ide dari siapa awalnya, yang jelas perang air dalam perayaan Imlek di Selatpanjang, sudah dimulai sejak 6 tahun yang lalu. Dan setiap tahunnya jumlah orang yang mengikuti perang air terus bertambah. Bukan hanya orang Tionghoa asli Selatpanjang saja yang ikut serta dalam perang air, banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Selatpanjang hanya untuk ikut serta dalam perang air. Diantaranya Juliansyah, warga Batam. Ia dan istrinya sudah tiga tahun berturut merayakan Imlek di Selatpanjang karena ingin ikut serunya Perang Air. Alasan Juliansyah ke Selatpanjang saat liburan Imlek karena ramai dan tidak mahal.

Ingin merasakan serunya Perang Air? Berbasah-basah ria sambil mengelilingi kota, saling siram tanpa boleh ada yang marah. Datanglah ke Perang Air di kota Sagu ini. Perang Air dilaksanakan dari pukul 4 sore hingga pukul 6 sore. Dimulai dari hari pertama Imlek hingga hari ke enam. Dalam perang air, warga saling siram sambil mengendarai becak motor atau menunggu di depan rumah masing-masing untuk menyiram atau melempar air ke orang-orang yang melintas di depan mereka. Beragam “senjata” digunakan oleh peserta perang air. Ada yang menggunakan pistol air,gayung, dan ada juga yang menggunakan “bom air”  yaitu plastik bening yang diisi air atau balon yang diisi air. Bahkan ada yang membawa “Solo” alat penyemprot  tanaman dan kompressor. Apapun senjata yang digunakan selagi tidak membuat sakit atau berakibat cedera kepada peserta perang – seperti botol air mineral – boleh digunakan.

Dari yang muda sampai yang tua, tumpah ruah di jalan Kartini, jalan Imam Bonjol, jalan AYani, dan jalan Diponegoro kota Selatpanjang. Puluhan ribu orang  bergembira ria saling siram. Bagi warga yang tidak mau basah, dianjurkan tidak melintasi 4 ruas jalan tersebut.

Bagi anda yang datang dari luar kota Selatpanjang dan ingin ikut dalam Perang Air, sewalah becak motor untuk berkeliling kota Selatpanjang. Agar anda bisa menikmati sensasi Perang Air. Menurut Paijan (55 tahun), salah seorang pengemudi becak motor, satu putaran arena perang air, pengunjung cukup membayar tiga puluh lima ribu rupiah. “Rata-rata orang yang ikut Perang Air menyewa becak motor untuk  empat sampai lima putaran, atau lebih” ujar Paijan yang sudah 7 tahun berprofesi sebagai pengemudi becak motor. Sejak ia berhenti bekerja di perusahaan kayu. Selama Imlek dan Perang Air, para pengemudi becak motor di Selatpanjang meraup rezeki lebih dari biasanya. “Saat Perang Air ni lah bang kite dapat duit lebih sikit dari biasenye. Biselah untuk disimpan sikit. Selain Imlek, paling Ceng Beng lah lagi baru ramai” ungkap Agus (35 tahun)dengan logat Melayu yang kental. Ia menghidupi empat orang anaknya dengan mengemudi becak motor. Orangnya humoris, dan selalu berpakaian rapi dan necis.

Ramainya pengunjung saat perang air, pemerintah daerah Kepulauan Meranti, melalui Dinas Pariwisata menjadikan Perang Air sebagai salah satu iven wisata unggulan. Tahun 2016, tepatnya tanggal 12 Februari, nama perang air dikukuhkan menjadi Cian Cui. Diambil dari bahasa Tionghoa yang artinya pertarungan perang air. Menurut sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, Ismail Arsyad, Pemda Kepulauan Meranti akan menjadikan Cian Cui sebagai ikon wisata. “Kedepan kita akan buat iven ini lebih baik dan lebih meriah lagi. Kalau bisa, aturan-aturan dalam Perang Air ini, kita buat Pebup (Peraturan Bupati) nya” ujar Ismail Arsyad yang akrab disapa Ayah Mail.

Adapun Kepala Seksi Pengembangan Pasar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Ir. Yul Achyar, MM, mengungkapkan bahwa banyaknya pengunjung saat Cian Cui bahkan sampai puluhan ribu orang, iven ini layak untuk dijadikan iven nasional.

Ada yang tertarik untuk ikut dalam perayaan Cian Cui tahun depan? Jangan lupa siapkan dry bag ataupun waterproof case untuk peralatan elektronik anda. Bagi yang ingin menginap di hotel, jangan lupa pesan jauh hari sebelum Imlek. (AB)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *