Wednesday , September 20 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / House Of Sampoerna Museum
House of Sampoerna Museum
House of Sampoerna Museum. Koridor dua yang menceritakan keruntuhan dari bisnis Sampoerna pada zaman penjajahan Jepang

House Of Sampoerna Museum

Lensawisata.com, House Of Sampoerna Museum, Aroma tembakau masuk ke dalam hidung saat pintu besar berwarna coklat di buka. Pintu ini adalah pintu masuk dari museum House Of Sampoerna, museum yang menceritakan perjalanan Sampoerna dalam memproduksi rokok kretek. Nita, seorang pemandu museum menjelaskan dari mana bau ini berasal. “Bau tembakau ini berasal dari pabrik rokok yang berada di belakang museum pak” ujar nya.

House of Sampoerna adalah museum yang menceritakan mengenai sejarah perjalanan merk Sampoerna, dari usaha kecil menjadi perusahaan rokok raksasa. Bangunan ini dulunya adalah bangunan yang didirikan Belanda sebagai tempat penitipan anak laki-laki dengan luas sekitar 1.5 Ha.

Pada tahun 1932, Liem Seng Tee yang merupakan pendiri dari Sampoerna membeli rumah ini. Dia memindahkan keluarga serta mendirikan pabrik pada bangunan ini. House Of Sampoerna terdiri dari dua lantai. Lantai satu terdiri tiga koridor, masing masing koridor memiliki cerita yang saling behubungan.

Koridor pertama menceritakan mengenai sejarah pendiri Sampoerna yang bernama Liem Seng Tee, beliau adalah seorang perantau China yang datang ke Indonesia bersama kakak dan ayahnya. Setelah ayahnya meninggal. Liem kecil dititipkan ke pasangan suami isteri Tionghoa di Bojonogero hingga umur sebelas tahun. Setelah berumur sebelas tahun, dia memutuskan untuk hidup mandiri dengan berjualan di atas kereta api tujuan Jakarta-Surabaya.

Selama delapan belas bulan dia menjalani kehidupan di atas rel. Setelah menikah dengan Siem Tjiang Nio, Liem bekerja sebagai buruh pada pabrik rokok di Lamongan, Jaw Timur. Sang isteri, mendirikan warung bahan pokok kecil kecilan di pinggir jalan Tjantian di Surabaya Lama. Saat menjadi buruh di pabrik rokok, pak Liem mendapatkan berbagai macam ilmu dalam meracik rokok kretek. Pada tahun 1913, dengan dimodali isteri. Pak Liem mendirikan pabrik rokok kretek bernama Handel Maatschappaij Liem Seng Tee, pabrik sederhana ini hanya memiliki dua orang buruh. Dia dan isteri nya. Sistem pembelian rokok adalah sistem pemesanan.

Di koridor pertama, juga terdapat sepeda ontel yang dulu digunakan oleh kedua pasangan suami isteri dalam memasarkan rokok ke para pelanggan. Di bagian dinding koridor satu terdapat gambar dari tiga tangan dengan jari telunjuk yang menunjuk. Menurut Nita, ini adalah filosofi tiga tangan Sampoerna. Filosofi ini bermakna jika bisnis ingin lancar antara produsen, distributor, dan konsumen harus memiliki hubungan yang baik. Selain tiga tangan dengan jari telunjuk yang menunjuk, pada bagian tangan ini terdapat sembilan jari yang saling menutup. Makna dari sembilan jari ini adalah kesempurnaan. Liem sangat percaya akan nilai dari angka sembilan ini sehingga dia memasukkan filsofi Tiongkok ini kedalam merk dagangnya. Sampoerna.

Bagian kedua dari koridor, terdapat sebuah lemari besi yang dibuat di Panama, lemari besi ini adalah saksi keruntuhan bisnis Liem Seng Tee di tahun 1942. Saat Jepang masuk dan menduduki Indonesia, sebagian besar orang-orang China pebisnis memilih meninggalkan Indonesia. Sedangkan Liem, memilih tetap berada di Indonesia. Akibat nya Liem ditahan oleh Jepang dan dimasukkan ke dalam kamp kerja paksa di Jawa Barat. Semua simpanan Liem di dalam lemari besi dijarah oleh Jepang. Anak-anak beserta isteri disembunyikan. Pabriknya disita oleh Jepang. Tahun pendudukan Jepang adalah tahun terburuk bagi Liem.

Sedangkan di koridor tiga museum, menceritakan kesuksesan dari Liem membangun merek. Disini, saya bisa melihat merek-merek dagang dari Sampoerna. Dji Sam Soe dan A mild adalah merek dagang yang mendominasi koridor tiga. Nita menceritakan kepada saya mengenai sejarah dari merek ini. Dji Sam Soe adalah rokok kretek yang di buat oleh Liem Seng Tee, kata Dji Sam Soe berasal dari kata Hokian Ji Sa Si namun karena pada zaman dahulu masyarakat Indonesia sulit menyebutkan kata kata Ji Sa Si ,pelafalan merek dagang ini menjadi Dji Sam Soe. Dji Sam Soe dalam angka memiliki urutan 234 yang jika dijumlahkan adalah sembilan. Liem percaya bahwa angka sembilan adalah kesempurnaan. Menurut Nita lagi, 234 ini berasal dari jenis tembakau dan cengkeh yang di gunakan. Karena Liem tidak bisa membaca dan hanya mengenal angka. Dia memberi nomor kepada tembakau-tembakau yang akan digunakan. 234 adalah tembakau dan cengkeh nomor dua, nomor tiga dan nomor empat.

Fatsaal 5 yang tertera di bungkus rokok Dji Sam Soe memiliki arti bumbu ke lima. Jadi, makna merek dagang yang ada pada Dji Sam Soe Fatsaal 5 adalah tembakau dan cengkeh nomor dua, tiga dan empat dengan bumbu nomor lima. Ke empat campuran ini menghasilkan rokok kretek dengan cita rasa istimewa.

Merk dagang A Mild yang ada di koridor ini, juga memiliki arti, A berasal dari nama panggilan dari anak ke dua dari Liem yang bernama Liem Swie Ling. Nama panggilan Lies Swie Ning adalah Aga, Anak dari pak Liem Swie Ling yang bernama Putra Sampoerna mengenang ayahnya dengan menjadikan merek rokok A mild. Selain kedua merek rokok, saya juga melihat mesin cetak merek rokok, bermerk Hiedelberg. Mesin cetak ini merupakan saksi proses pencetakan bungkus rokok dengan teknik modern pada pabrik ini.

Sebelum meninggalkan museum. Nita mengajak saya ke lantai dua. Di lantai dua, saya bisa melihat proses pembuatan dan pengemasan dari rokok Dji Sam Soe. Buruh-buruh pabrik dengan cekatan, melinting, mengepak, dan membungkus rokok ini. Mereka bergerak seperti robot. Samporna menggunakan perempuan sebagai buruh, karena mereka percaya bahwa perempuan bisa multi tasking/ mengerjakan sesuatu secara bersamaan. Seorang pengunjung dari Jakarta bernama Rangga terlihat takjub dengan kelihaian buruh buruh perempuan ini, “ Seperti di film-film, semua nya sangat teratur” ujar nya.

Pintu besar dengan kaca patri bertuliskan Wang/ kejayaan ditutup saat saya meninggalkan museum. House Of Sampoerna merupakan saksi bisu dari perjalanan sebuah merek besar di Indonesia.  (BAW)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *