Tuesday , November 21 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka
selat melaka
nelayan menjahit jala sebelum tiba di laut tujuan.

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan setelah melihat gps yang berada di dekat tongkat kemudi. “ pasang masih dua jam lagi, ikan masih bisa dapat lah ” sambungnya. 17 nautical mile  atau 32 Km jarak yang sudah ditempuh oleh kapal yang saya tumpangi. Pulau Jemur sudah tidak terlihat lagi. Kapal kami berada di laut lepas. 4 orang nelayan yang bersantai di belakang kapal, bergegas menuju haluan. Jaring sepanjang 1 mile/ 1.6 km dipersiapkan.  Setelah mendapat posisi dimana kemungkinan ikan banyak berkumpul. Tiang pancang dengan bendera ungu kusam  dijatuhkan ke dalam laut.  Tangan para nelayan memandu kapal agar jaring yang disebar tidak mengenai baling-baling. Mesin dimatikan, kami menunggu ikan.

Perairan kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau sejak dahulu dikenal sebagai daerah penghasil ikan.  Dalam tulisan Bauke Jan Haga, seorang kontroler Belanda  yang di terbitkan pada jurnal De Economist, January 1917 berjudul “ De Beteekenis Van Der Industrie Vissherij van Bagan Api Api en Here Teokomst” menjelaskan bahwa Belanda memonopoli industri garam di Pulau jawa untuk dibawa ke sentra-sentra ikan asin di Bagan Siapiapi agar industri ikan di Bagan tetap hidup, garam-garam ini berasal dari Kalimantan, Sumatera Barat, dan Madura.

Hal ini diperjelas dalam buku“ Revenue Farming in The Netherlands East Indies, 1816-1925” oleh Howard Dick, Michael Sullivan, dan Jhon Butcher dijelaskan pada tahun 1914, pendapatan dari pajak garam  meningkat tajam karena ekspor ikan kering dan asing menuju Jawa, Singapura dan Penang meningkat. Pada puncak industri ikan di Bagan Siapiapi,  pada tahun 1904, 25,9 juta ton ikan asin dari dieskpor dan 10,1 juta ton terasi dari bagan diekspor.

Dari industri ikan,  Kota Bagan Siapiapi memiliki Bank. Bank BRI/ yang dahulu bernama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi  berkebangsaan Indonesia yang didirikan di Purwekorto pada tahun 1895 membuka kantor cabang ke dua mereka di Bagan Siapiapi. Bank  bernomor register 0002 melayani kredit para pengusaha ikan.  Bahkan KPM/Koninklijke Paketvaart-Maatschappij (Dutch for Royal Packet Navigation Company) membuka pelayaran langsung Singapura ke dan dari Bagan Siapiapi.  Pada tahun 1890-an sampai 1940-an, kota Bagan Siapiapi menjadi kota metropolis karena ikan.

Namun, kejayaan industri ikan ini pelan-pelan surut karena sedimentasi yang terjadi di muara sungai Rokan.  Kota yang dahulu mendapat julukan  Ville Lumiere (Kota Cahaya), cahayanya mulai meredup.  Kejayaan Bagan Siapiapi menjadi cerita.

Sudah dua jam kapal kami berhanyut. Gps dikapal mempelihatkan sudah 1.nautical mile/1.8 km kami  terbawa arus menjauh dari titik awal. Mesin kapal mulai meraung, membelah laut yang sunyi.  Di haluan kapal teriakan gembira nelayan terdengar. Ikan senangin/Eleutheronema tetradactylum, kurau/senohong, bawal, lomek/Harpodon nehereus, ikan terubuk, dan anak ikan hiu masuk ke jaring nelayan. Hasil hari ini menggembirakan, jauh berbeda dengan  hari  sebelumnya. Saat kami akan masuk ke perairan pulau Jemur yang berjarak 46 nautical mile atau 70 an km dari kota Bagan Siapiapi.  800 meter jaring yang disebar ke laut kami hanya mendapatkan tiga ekor ikan.

Beberapa ekor ikan yang terjaring, langsung dimasak di dapur kapal. Harum cabe hijau yang ditumis bersama bawang putih tercium. “ Nak dimasak pindang” ujar salah seorang nelayan.  Tidak perlu menunggu lama, ikan pindang sambal hijau dihidangkan. Manisnya daging ikan  dengan tekstur lembut tertangkap lidah. Kuah pindang segar yang sedikit berasa asam dihirup,“ Sruup”. Nikmat.  Kami berebut kepala ikan.   Hidangan sore itu meskipun dimasak sederhana namun terasa mewah, diufuk barat, semburat oranye matahari  terlihat.  Selat Malaka memanjakan kami.

Kejayaan industri ikan pada zaman dahulu di kota Bagan Siapiapi bisa dihadirkan kembali dengan wisata mancing. Bersama dengan nelayan-nelayan yang dengan ramah menceritakan cerita dari laut mereka. (BAW)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

One comment

  1. Rokan hilir yang banyak sejarahnya. bak hongkong dahulunya. putaran ekonomi yg luarbiasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *