Tuesday , November 21 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / #BalikKeBagan Jelajah Bagan Siapiapi Tempo Dulu
BRI lama tampak samping

#BalikKeBagan Jelajah Bagan Siapiapi Tempo Dulu

#BalikKeBagan Lensawisata.com, Menelusuri sejarah kota Bagansiapiapi erat kaitannya dengan sejarah Rokan Hilir. Di daerah Rokan Hilir terdapat tiga wilayah kenegerian yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih yang masing-masing dipimpin seorang kepala negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak. Distrik pertama yang didirikan Belanda adalah Tanah Putih pada tahun 1890. Berdasarkan Staatsblad 1894 No.94. Onderafdeeling Bagansiapiapi dengan ibukota Bagansiapiapi, termasuk dalam Afdeeling Bengkalis, Pada tahun 1900 pemerintah Hindia Belanda memindahkan pusat pemerintahan (kantor Controleur) ke kota ini dari Tanah Putih. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah pemerintah Hindia Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap untuk mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka

Kota Bagan Siapi-api pada tahun 1900-an awal mendapat julukan Ville Lumiere (Kota Cahaya), kehidupan kota Bagan Siapiapi saat itu maju dari pagi hingga malam. Lampu-lampu kota saat malam hari hidup memberikan warna di kota. Dalam buku“ Revenue Farming in The Netherlands East Indies, 1816-1925” oleh Howard Dick, Michael Sullivan, dan JhonButcher. Puncak industri ikan di BaganSiapiapi terjadi pada tahun 1904. 25,9 juta ton ikan asin dari Bagan dieskpor dan 10,1 juta ton terasi dari Bagan diekspor hingga Singapura dan Penang.. Di tahun inilah kota Bagan Siapiapi disebut sebagai penghasil ikan no dua di dunia setelah Norwegia.

Lensawisata akan mengenalkan bangunan-bangunan bersejarah dari tahun 1800 hingga 1930 an yang ada di kota Bagan Siapi-api. Bagan Siapi aoi memiliki bagunan tua yang memiliki cerita yang sangat menarik.

  • Klenteng In Hok Kiong dan tugu perjanjian Setan dan Manusia.

Merupakan klenteng tertua di Bagan, klenteng ini dibangun pada abad ke 18 akhir, setelah orang-orang Tionghoa masuk ke Bagan Siapiapi. Ornamen-ornamen yang ada di klenteng ini masih sesuai dengan kondisi pada abad ke 18. Dari pagi hari, kita bisa melihat masyarakat Tioghoa Bagan melaksanakan ibadah.

klenteng in hok kiong, merupakan klenteng tertua di Bagan, sebagai penanda masuknya tionghoa ke Bagan Siapiapi
Klenteng in hok kiong, merupakan klenteng tertua di Bagan, sebagai penanda masuknya tionghoa ke Bagan Siapiapi
tugu perjanjian antara manusia dengan setan di kota Bagan Siapi api
Tugu perjanjian antara manusia dengan setan di kota Bagan Siapiapi

Dari Klenteng, kita menuju tugu perjanjian antara manusia dan setan.  Tugu perjanjian antara manusia dan setan imenurut kepercayaan masyarakat Tionghoa Bagan merupakan penjaga kota agar tidak dimasuki makhluk jahat. . Ada empat tugu perjanjian yang dibuat mengelilingi klenteng Hok In Kiong, Tugu perjanjian yang paling dekat bisa dilihat berjarak 100 meter dari klenteng.

 

  • Bekas Pelabuhan Tua Belanda dan Gudang tua.

Pelabuhan tua ini dahulu didirikan Belanda pada tahun 1924, terdapat 30 anak tangga dari permukaan menuju sungai Rokan. 21 anak tangga menurun disambung pelataran kemudian dilanjutkan dengan 9 anak tangga. Pelabuhan tua ini sekarang berada di halaman kantor Bea Cukai Bagan Siapiapi. Selain pelabuhan tua terdapat gudang tua yang didirikan Belanda pada tahun 1920 untuk menampung barang-barang yang masuk kota Bagan yang dibawa oleh kapal-kapal dari maskapai Pelayaran Belanda/Koninklijke Paketvaart Maatschappij.

sisa dari pelabuhan lama di Kota Bagan Siapiapi yang berada di halaman kantor bea cukai Bagan Siapiapi
Sisa dari pelabuhan lama di Kota Bagan Siapiapi yang berada di halaman kantor bea cukai Bagan Siapiapi
Meriam zaman kerajaan Malaka dan sisa dari pelabuhan ikan zaman Belanda yang ada di halaman kantor Bea dan Cukai Bagan Siapiapi
Meriam zaman kerajaan Malaka dan sisa dari pelabuhan ikan zaman Belanda yang ada di halaman kantor Bea dan Cukai Bagan Siapiapi

 

Gudang lama di bekas pelabuhan Belanda di samping kantor Bea dan Cukai Bagan Siapiapi
Gudang lama di bekas pelabuhan Belanda di samping kantor Bea dan Cukai Bagan Siapiapi
  • Kantor cabang bank BRI kota Bagan Siapiapi

Kantor BRI Bagan Siapiapi merupakan bank BRI nomor dua di Indonesia. Bank BRI pertama didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmaja dengan nama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden bulan Desember 1895. Bank BRI Bagan didirikan saat kejayaan industri ikan di kota Bagan. Dibangun pada tahun 1917. Bank ini dahulu bernama De Visscherij Bank “Bagan Madjoe”.atau biasa di sebut bank Bagan Majoe (Bank Bagan Maju). Kemudian berganti nama menjadi bank BRI pada zaman kemerdekaan. BRI Cabang Bagansiapiapi memiliki kode cabang nomor 2 penanda BRI Bagan Siapiapi adalah Kantor Cabang Kedua di Indonesia.

Tampak depan rumah kepala cabang Bank BRI yang dahulu merupakan kantor dari Bank Bagan Madjoe, bank ini merupakan bank BRI beregistrasi nomor 2, menjadi penanda sebagai bank BRI nomor dua di Indonesia setelah Purwekerto
Tampak depan rumah kepala cabang Bank BRI yang dahulu merupakan kantor dari Bank Bagan Madjoe, bank ini merupakan bank BRI beregistrasi nomor 2, menjadi penanda sebagai bank BRI nomor dua di Indonesia setelah Purwekerto
Tampak samping rumah kepala cabang Bank BRI yang dahulu merupakan kantor dari Bank Bagan Madjoe, bank ini merupakan bank BRI beregistrasi nomor 2, menjadi penanda sebagai bank BRI nomor dua di Indonesia setelah Purwekerto
Tampak samping rumah kepala cabang Bank BRI yang dahulu merupakan kantor dari Bank Bagan Madjoe, bank ini merupakan bank BRI beregistrasi nomor 2, menjadi penanda sebagai bank BRI nomor dua di Indonesia setelah Purwekerto
  • Gereja Tua Santo Petrus

Gereja ini dibangun pada awal tahun 1900-an awal pada saat kotroleur Belanda mengembangkan kota Bagan Siapiapi. Gereja tua merupakan salah satu bukti bahwa pada tahun itu Belanda membawa misi keagamaan di kota Bagan Siapiapi. Dalam catatan.

 

Gereja Paroki Santo Petrus Kota Bagan Siapiapi

  • Rumah Kapitan

Rumah kapitan merupakan salah satu bukti keberadaan kapitan Tionghoa yang menjadi pemimpin lokal untuk orang-orang Tionghoa. Rumah yang berada di belakang hotel Lion Bagan Siapiapi sudah berdiri pada akhir abad ke 18.

 

bagian depan dari rumah Kapitan di Bagan Siapiapi
Bagian depan dari rumah Kapitan di Bagan Siapiapi
Tampak samping dari rumah Kapitan Tionghoa Bagan Siapiapi
Tampak samping dari rumah Kapitan Tionghoa Bagan Siapiapi

Pada saat industri perikanan menjadi sumber pendapatan kota Bagan, Kapitan Tionghoa di Bagan Siapiapi diberikan hak oleh Belanda untuk melakukan kontrol perdagangan. Kontrol perdagangan ini berkembang menjadi monopoli di dalam bisnis. Dalam catatan Belanda, pada tahun 1908, mantan Kapitan Bengkalis Oey I Tam memiliki hak mompoli garam di kota Bagan, bersama Tjong A Fie, kapitan Tionghoa di Medan. Mereka memonopoli masuknya garam dari Singapura bahkan Mesir ke kota Bagan. Belanda mencatat, pendapatan bersih Oey memonopoli garam pada tahun 1908 sebesar 112,000 Gulden.

 

  • Rumah Sakit DR R.M. Pratomo

Rumah sakit ini dibangun oleh R.M. Pratomo. RM Pratomo seorang alumni STOVIA yang mengabadikan hidupnya dengan membuat rumah sakit di kota Bagan Siapapi. Beliau datang ke Bagan pada tahun 1910. RM Pratomo menyelesaikan sekolah kedokterannya dibawah bimbingan dr. Wahidin Soedirohoesodo. Pada tahun 1925, RM Pratomo mendirikan rumah sakit yang sekarang menjadi rumah sakit daerah Rokan Hilir. RM Pratomo meninggal kecelakaan pada tahun 1942 sebelum Indonesia merdeka.

Sisa bangunan lama rumah sakit R.M. Pratomo yang masih dipertahankan setelah di renovasi,
Sisa bangunan lama rumah sakit R.M. Pratomo yang masih dipertahankan setelah di renovasi
  • Water leding

Water Leeding merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang masih utuh di kota Bagan Siapiapi. bangunan ini merupakan stasiun pengolahan air minum. Water leding dibangun oleh Belanda pada tahun 1931. Sekarang yang tersisa adalah sisa berupa tandon air berukuran raksasa.

Water leeding yang sudah ada sejak zaman Belanda
Water leeding yang sudah ada sejak zaman Belanda

Peninggalan-peninggalan ini menjadi bukti bahwa Bagan Siapiapi adalah kota yang maju pada zamannya., sayangnya, Rumah Wedana, kantor Wedana, rumah Pegadaian, rumah kepala Bank Bagan Madjoe, dan pasar kota sudah di hancurkan pada saat kota Bagan berbenah menjadi ibukota Kabupaten Rokan Hilir. BAW

#BalikKeBagan

 

Check Also

Pulau Pagang_lensawisata.com

Godaan Pasir Putih Pulau Pagang

Lensawisata.com, Suara mesin kapal membelah pagi yang sunyi. Matahari yang akan naik keperaduan terhalang tirai ...

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *