Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / LIFE STYLE / Rupa rupa makanan Melayu di Kedai Kopi Liana
Kuliner Melayu kopi Liana
Kuliner Melayu kopi Liana

Rupa rupa makanan Melayu di Kedai Kopi Liana

Pekanbaru, Lensa Wisata – Kedai makan ini merupakan sebuah ruko sederhana  yang berada tidak jauh dari PT Agung Auto Mall, dealer Toyota yang sudah 60 tahun berdiri di Pekanbaru. Kedai ini dimiliki oleh pasangan suami isteri Tionghoa . Berbeda dengan tempat kedai makan  yang ada di Pekanbaru, Di sini, aroma dari pesisir Riau, tepatnya Selat panjang sudah terasa dari pintu masuk ruko.

Kuliner Melayu Kedai kopi Liana
Kuliner Melayu Kedai kopi Liana

Nama dari kedai ini adalah kedai kopi Liana. Setiap pagi, kedai bebentuk ruko yang berpintu hijau kebiruan ini selalu sibuk.  Dari jam 06.30 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB, para pengunjung akan silih berganti datang dan pergi mengisi meja meja yang ada kedai kopi ini. Tua, muda, PNS,karyawan swasta akan duduk di meja putih berkursi biru yang terdapat di dalam ruko. Terdapat dua bofet pada pintu masuk ruko, dua bofet ini menjual dua menu andalan yang selalu dicari oleh para pengunjung . Bofet sebelah pintu masuk, menjual mie yang bernama mie Selat Panjang, sedangkan bofet yang berada di sebelah kanan pintu masuk, menjual segala macam olahan mie, namun yang menjadi andalan dari bofet ini adalah mie sagu.

Minggu pagi, (18/1/2014), setelah saya memarkirkan motor, saya berhenti sejenak di pintu masuk ruko, sulit mencari meja kosong di kedai ini pada hari Minggu. Pengunjung kedai kopi pada Minggu pagi didominasi oleh keluarga yang membawa serta anggota keluarga mereka untuk  mencari sarapan. Sepertinya, saya masih beruntung, seorang lelaki Tionghoa meninggalkan meja yang berada di bagian belakang ruko. Pelayan kedai kopi Liana menyebut meja yang saya duduki dengan  meja no 13, semoga angka yang dipercaya sebagai angka membawa sial ini, tidak menghampiri saya. Mie Selat Panjang dan mie sagu menu yang saya pesan ditambah secangkir kopi susu yang agak getir untuk menemani petualangan kuliner kali ini.

Kuliner Melayu Kedai kopi Liana
Kuliner Melayu Kedai kopi Liana

Makanan yang datang pertama adalah mie Selatpanjang. Di dalam penyajiannya, mie Selat Panjang yang ada di kedai kopi Liana ini terdiri dari dua macam kuah yang berbeda. Kuah pertama adalah kuah kaldu udang dan kuah kedua adalah kuah kacang. Saya lebih memilih kuah kacang untuk kali ini. Di piring ceper yang ada di depan saya. Terdapat mie, timun, telur rebus yang sudah dibelah, tauge rebus dan potongan potongan adonan yang memiliki rasa seperti bakwan, saya bertanya dengan pramusaji, “ ini bukan bakwan bang” ujarnya. Dia tidak mau menjelaskan nama dari adonan ini.

Diatas mie dan campurannya,  disiram kuah kacang. Kuah kacang yang digunakan pada mie ini berbeda dengan kuah kacang yang digunakan pada gado gado ataupun pecal, kuah ini tidak kental walaupun sedikit dicampurkan dengan menggunakan santan kelapa. Sebagai teman dari mie ini, cabe rawit yang di potong kecil kecil di sediakan oleh pramusaji. “ Biar lebih pedas bang” Ujarnya.. Saat campuran mie, toge, “bakwan”,timun, masuk kedalam mulut. Semua rasa dari masakan ini seolah olah berebut ingin menonjolkan diri mereka. Segarnya timun, bercampur dengan tauge segar yang muncul pertama kali, selanjutnya, pedasnya cabe yang ada dikuah kacang menambah ragam rasa yang ada di dalam mulut. Kuah kacang yang ringan, menyebabkan rasa dari bahan bahan yang ada di dalam piring, dapat dengan mudah diresapi oleh lidah.  Nikmat. Porsi yang dihidangkan pada mie ini cukup untuk mengisi rongga rongga yang ada di lambung saya.

Kuliner Melayu Kedai kopi Liana
Kuliner Melayu Kedai kopi Liana

Namun, petualangan belum berakhir. Hidangan kedua yang datang adalah mie Sagu. Jika anda penasaran akan rasa mie sagu yang berasal dari Selat Panjang. Kedai kopi ini adalah salah satu tempat penawar rasa penasaran itu.Sepiring mie sagu yang dihidangkan pada piring berwarna merah dihidangkan di depan saya. Mie ini merupakan mie sagu goreng yang dihidangkan kering.  Sang koki dari mie ini, tidak menambahkan air pada saat mie ini digoreng. Sehingga rasa sagu yang kenyal dapat saya rasakan saat sesendok mie ini masuk kedalam mulut. Mie Sagu ini digoreng bersama dengan saus cabe. Rasa pedas dari saus cabe ini bercampur dengan gurihnya telur yang digoreng sebentar. Ada sedikit jeda dari kedua campuran bahan ini, segarnya toge yang  ada di mie menarik perhatian lidah saya. Di bagian atas sebelah kanan dari mie, terdapat  acar cabe rawit. Rasa asin dan sedikit asam dari acar ini, “memaksa “ saya untuk terus menyuap mie ini lagi dan lagi. Tenang saja, olahan mie di kedai kopi ini sudah halal.

Kuliner Melayu Kedai kopi Liana
Kuliner Melayu Kedai kopi Liana

Pagi itu, “ kampung tengah” saya  sudah penuh dengan kuliner enak yang berasal dari pesisir Melayu. Saya sudah tidak menghiraukan kue gomak yang ada pada piring kecil di depan saya. Kue Gomak merupakan kue khas Melayu yang terbuat dari tepung kacang hijau. Biasanya, kue ini berisikan kelapa yang sudah dicampur dengan gula merah. Rasa dari kue ini, manis.  Kedai Kopi Liana merupakan tempat dimana saya bisa sedikit bernostalgia mengenai makanan Melayu.  (BAW).

Kuliner Melayu Kedai kopi Liana
Kuliner Melayu Kedai kopi Liana

Check Also

selat melaka

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan ...

2 comments

  1. waaah….ini benar-benar menggoda…..jadia kepengen gue….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *