Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Mandi Safar di Pulau Rupat
mandi safar
mandi safar

Mandi Safar di Pulau Rupat

Lensa Wisata, Mandi Safar – Berakhirnya bulan Muharram dalam kalender bulan Arab, kemudian berikutnya disambutnya bulan Safar. Masyarakat Rupat di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau pada umumnya menyambut bulan ini dengan penuh khidmat. Karena pada bulan Safar inilah tradisi mereka untuk melakukan mandi Safar sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah dengan memohon pertolongan dan terhindarnya dari mara bahaya.

Tradisi mandi Safar ini sudah berlangsung sejak lama. Hal itu si tuturkan oleh penduduk Rupat yaitu Zamri. Setahun yang lalu Zamri sudah berumur 90 tahun, dan sejak kecil zamri sudah menjalani mandi Safar.

“Mandi safar ini sudah ada ketika saya kecil, dan mungkin sebelum itu. Dan dulu mandi safar ini tidak macam ini, mandi safar dilakukan dirumah masing-masing”

Penjelasan Zamri lebih jauh tentang mandi Safar, bahwa mandi safar ini tidak dilaksanakan di tempat terbuka dan ramai-ramai, melainkan dilaksanakan dirumah masing-masing. Dengan tetap pada niat adalah mensucikan diri dan memohon lindungan dari Sang pencipta dari segala mara bahaya.

Saat ini mandi Safar telah menjadi ikon pariwisata Kabupaten Bengkalis yang ada di Pulau Rupat, sebagai pesona wisata Rupat. Dilakukan secara bersama dengan tradisi memandikan anak-anak di tempat khusus yang telah dipersiapkan oleh panitia sebagai potensi wisata yang dapat dilihat masyarakat luas. Mandi safar ini juga bertujuan sebagai mempererat silaturrahmi sesama masyarakat lokal. Kemudian mandi safar ini juga dilakukan secara bersama-sama. Sebelum itu banyak warga yang memanfaatkan air yang sudah di bacakan do’a untuk mencuci muka dan ada yang meminumnya adengan berharap atas berkahnya.

Dalam Tradisi Mandi Safar ini, air yang telah dibacakan Do’a di taruh ditempayan keramik yang dihias dengan janur. Keunikan hiasan janur ini terlihat berbagai bentuk miniatur Gunung, burung dan yang lainnya. Di pinggiran tempayan berjalin rapi mayang pinang berajut membentuk lingkaran memenuhi pinggir tempayan. Air yang ada dalam tempayan kemudian diambil dengan gayung tempurung dan disiramkan ke anak-anak dimulai dari kepala hingga mengguyur badan. Sebelum dilakukan mandi, tepuk tepung tawar dilaksanakan terlebih dahulu. Tepuk tepung tawar dan mendi safar ini secara simbolik dilakukan oleh pemuka adat, bupati, tokoh cerdik pandai dan beberapa pejabat daerah.

Tradisi turun-temurun mandi Safar yang dilakukan oleh masyarakat Rupat juga ada di beberapa bagian di Indonesia, yaitu Nusa Tengara Barat, Sulawesi, Kepulauan Riau, Maluku, Kalimantan dan Jambi.

Pulau Rupat sendiri mempunyai luasan 1.524,84 Kilometer persegi merupakan gabungan dari empat pulau yang seolah menyatu menjadi satu pulau. Yang terdiri atas dua kecamatan, yaitu kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Mandi Safar ini berada di Kecamatan Rupat Utara yaitu di desa Teluk Rhu. Di Rupat Utara ini tidak hanya Mandi Safar sebagai pesona, tetapi juga ada pesona unggulan lain. Pantai Rupat Utara adalah pesona lain yang

mandi safar
mandi safar

membentang luas. Pantai yang akan menjadi daya pikat mata saat lepas memandang.

Untuk menuju ke Teluk Rhu dari Pekanbaru menuju Dumai atau bengkalis dnegan menggunakan kendaraan darat. Dari Dumai kemudian menyebrang dengan menggunakan kapal Roro 20 – 30 menit. Jika keberangkatan dari Bengkalis memakan jarak tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan. Pulau rupat sangat rekomendasi untuk liburan keluarga. (SP)

 

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *