Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Menelusuri Kios Kios Pasar Hamidi
Patung yang menjadi buah tangan di pasar Hamadi, Jayapura
Patung yang menjadi buah tangan di pasar Hamadi, Jayapura

Menelusuri Kios Kios Pasar Hamidi

Lensawisata.com,  “Ada koteka, ada tifa,ada ukiran asmat,batik Papua pun  ada. “Hal tersebut yang saya lihat di sebuah pasar yang khusus menjual cendra mata. Pasar ini bernama pasar Hamadi. Letak dari pasar ini berada di Jalan Perikanan, Jayapura. Kurang lebih sekitar 10 menit berkendara  dari kota Jayapura.

Ukiran dari Asmat yang berada di pasar Hamidi, Jayapura
Ukiran dari Asmat yang berada di pasar Hamidi, Jayapura
Patung yang menjadi buah tangan di pasar Hamadi, Jayapura
Patung yang menjadi buah tangan di pasar Hamadi, Jayapura

Di pasar Hamadi, kita dapat melihat berbagai macam aksesoris khas dari bumi Cendrawasih. Saya langsung menuju salah satu toko yang berada diantara deretan ruko-ruko di pasar. Toko-toko di pasar Hamadi menjual ukiran kayu khas Asmat. Ukiran Asmat ini  ada yang asli  dari kampung Asmat dan ada pula yang sudah di ukir ulang di Jayapura. Dalam memilih ukiran asmat yang dibutuhkan adalah kelihaian dan kemahiran kita dalam mengenali ukiran.  Harga  ukiran yang dijual pun berbeda antara dari Asmat ataupun dari Jayapura. Jika tertarik membeli, kita bisa berdiskusi mengenai harga dengan pemilik toko.

Baju kulit kayu Khombow yang berasal dari Pulau Asei, Sentani, Papua
Baju kulit kayu Khombow yang berasal dari Pulau Asei, Sentani, Papua
Salah satu kios yang menjual berbagai macam buah tangan dari Papua
Salah satu kios yang menjual berbagai macam buah tangan dari Papua

Dari ukiran, saya beralih ke koleksi lain yang banyak  dijual  di sini. Saya melihat koteka yang penuh dengan lukisan-lukisan unik. Koteka yang dalam bahasa masyarakat adat Dani di sebut dengan holim adalah pakaian bagi laki laki dari Pegunungan Tengah Papua. Koteka, di buat dari buah labu yang sudah tua. Buah labu  ini, nantinya akan dibakar di atas pasir halus hingga semua isi labu mencair dan keluar. Setelah keluar, buah labu  akan digantung di atas perapian dan  jemur hingga kering. Saat penggantungan  biasanya koteka sudah mulai di bentuk. Ada yang berbentuk spiral, ada yang melingkar. Masing-masing suku, berbeda bentuk kotekanya. Di pasar Hamadi, koteka digantung bergerombol. Jika  tertarik, kita bisa membawa koteka ke kampung halaman.

Batik-batik papua yang ada di Pasar Hamadi, Jayapura
Batik-batik papua yang ada di Pasar Hamadi, Jayapura
pedagang pasar Hamadi, Jayapura
pedagang pasar Hamadi, Jayapura

Koleksi unik yang ada di pasar ini adalah, lukisan kulit kayu dari Pulau Asei. Lukisan yang dilukis di atas kayu khombouw  di ual di semua toko  di pasar. Keunikan motif dan media untuk melukis menjadikan lukisan kayu ini layak untuk di koleksi.   Setelah puas melihat dan menawar buah tangan khas Papua, saya melihat kain batik dengan motif Papua. Kain batik Papua  bercorakkan motif-motif unik. Khas Papua Ada burung cendrawasih, buaya, ukiran rumah adat, ukiran asmat,tifa dan berbagai motif lainnya. Motif ini  dipadu dengan warna yang mencolok Batik Papua didominasi oleh warna cerah. Seperti hijau, merah, dan biru. Kain batik Papua ada yang berbahan dasar kain shantung dan ada juga sutra.  Batik-batik ini dijual per meter dimulai dari Rp 500.000,-
Semua koleksi yang ada di pasar ini, bisa kita bawa sebagai buah tangan. Tidaklah lengkap kehadiran kita ke bumi Cendrawasih tanpa membawa pulang buah tangan khas daerah ini dari pasar Hamadi. BAW

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *