Tuesday , November 21 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Moleknya Desa Tenggayun yang Mempesona
Gambar Udara Pantai desa Tenggayun
Gambar Udara Pantai desa Tenggayun

Moleknya Desa Tenggayun yang Mempesona

Lensawisata.com, Desa ini sudah ada sejak tahun 1904. Dibuka oleh keturunan kerajaan Siak. Para pendatang dari kerajaan Siak ini membuka ladang untuk penghidupan. Karena pada saat itu ada pohon tenggayun berukuran besar berada desa yamg baru dibuka. Desa ini diberi nama Tenggayun. Letak dari Desa Tenggayun berada di pesisir timur pulau Sumatera, tepatnya di tepi jalan lintas Dumai- Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis provinsi Riau.

Pantai Desa Teggayun

Jika selama ini, pantai-pantai yang dikenal dan menjadi tujuan wisata favorit di kabupaten Bengkalis adalah, pantai pesona di kecamatan Rupat Utara dan pantai Selat Baru di Pulau Bengkalis.

Cobalah untuk berkunjung ke pantai di desa Tenggayun. Pantai berpasir abu abu dengan sedikit lumpur tanah liat ini menawarkan pemandangan yang memanjakan mata.

Pantai Desa Tenggayun

Selepas subuh, saya sudah berada di tepi pantai Tenggayun, karena berada di sisi timur pulau Sumatera, pantai Tenggayun merupakan pantai untuk melihat matahari terbit. Malam sebelumnya,hujan lebat mengguyur desa lebih dari satu jam. Bekas hujan menggenangi ceruk-ceruk yang berada di pinggir pantai. Di ufuk timur, pelan-pelan matahari keluar dari peraduannya. Sayangnya, kehadiran matahari tertutup gumpalan awan. Hujan kemarin malam belum mampu membuat langit di timur menjadi bersih. Di sebelah depan saya berdiri. Bagan-bagan tempat ikan asin dijemur menjadi latar belakang pemandangan. Suara debur ombak yang menyentuh bibir pantai menjadi musik pengiring pagi itu.

Pantai Tenggayun menyuguhkan pemandangan yang indah pagi itu.

Saat matahari akan terbit di desa Tenggayun copy

Di sore hari, saya menuju bagan yang bejarak dua ratus meter dari bibir pantai Tenggayun. Saya berjalan kaki menuju bagan ini, karena sore itu laut sedang surut. Setiap hari, dibagian atas bagan-bagan ikan, nelayan-nelayan desa Tenggayun sibuk dengan kegiatan pegolahan ikan. Ikan-ikan tangkapan nelayan sebagian besar dijadikan ikan asin. Pembeli ikan-ikan asin dari desa Tenggayun datang dari Pekanbaru dan Sumatera Utara. Suara gemeretak dari lantai kayu bagan ikan, terdengar jelas saat saya berada bagan setinggi lima belas meter ini. “ Itu selat Malaka bang, dan pulau di depan kita itu, Bengkalis.” Ujar salah seorang nelayan di bagan. Dia sibuk menggulung terpal plastik berwarna biru, alas dari ikan asin berukuran kecil yang tadi dijemur. Ikan asin yang dijemur ini bernama ikan bulu. Nelayan di bagan menawarkan kepada saya untuk menginap diatas bagan. Tawaran yang akan saya iyakan untuk kunjungan selanjutnya.

pekerja meindahkan ikan asin pada bagan ikan copy

Meskipun berada di sisi timur, namun, pemandangan matahari tengelam di desa Tenggayun tetap menarik. Dari atas bagan, pelan-pelan matahari yang hendak kembali keperaduannya terlihat sebelum tertutup pepohonan di sisi barat desa Tenggayun.

ikan-ikan kering yang siap dibeli pengumpul copy

ikan lomek yang dikeringkan, ikan ini menjadi salah satu komoditas andalan desa Tenggayun copybagan di desa Tenggayun copy

 

 

 

 

 

 

Rumah tua yang ada di desa Tenggayun copy

rumah yang berumur lebih dari 60 tahun yang ada di desa Tenggayun copy

jendela pada rumah tua di desa Tenggayun copy

 

Cobalah datang ke Desa Tenggayun. Selain menwarakan Keindahan lanskap, keramahan masyarakat desa, saya juga bisa melihat rumah-rumah lama melayu yang berumur lebih dari 60 tahun di desa ini. Belajar arsitektur langsung melihat contohnya bisa dilakukan di desa ini. Desa Tenggayun, salah satu mutiara tersembunyi di Bengkalis. *BAW

 

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *