Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Pesona Pantai Ogis dan Kentut Air
Pantai Ogis - lensawisata
Suasana sunset di Pantai Ogis - lensawisata.com

Pesona Pantai Ogis dan Kentut Air

Lensa Wisata, Pantai Ogis, “Bang, sudah pernah dengar kentut air”? itulah kata-kata yang paling saya ingat saat bercerita dengan masayarakat Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Kata itu dilontarkan oleh Yung Kawi, ketua pemuda Teluk Meranti saat itu, memancing rasa penasaran saya mengenai Pantai Ogis.

Pantai Ogis dan kentut air, dua hal yang membuat rasa penasaaran saya berkecamuk. “Ape bende ni?” dalam benak saya. Siang menjelang sore, saya di ajak Pak Abdul Hamid, atau yang sering di sapa Pak Lamid untuk melihat pantai Ogis dan Kentut Air.

Ternyata tidak jauh. Antara Pantai Ogis dengan perkampungan Teluk Meranti. Hanya memakan waktu lima menit dengan menggunakan kendaraan motor sudah sampai. Jalannya sudah bagus, sudah pakai semen. Memang pada tahun 2013 masih jalan tanah.

Ketika sampai di tepian pantai, saya langung terbius oleh suasana. Mata langsung jelalatan melihat hijau dedaunan tepian Pantai Ogis. Pantai yang luas membentang, membuat nyaman dan tentram berada disini. Ditambah dengan angin semilir sepoi-sepoi dan dinaungi langit yang biru.

Beberapa teman yang ikut dalam rombongan saya, mulai manggut-manggut. Kagum, dan serasa tidak percaya ada pantai ini. Beatapa tidak, ternyata pantai ini ada di sungai. Tepatnya aliran Sungai Kampar, yang juga merupakan tempat dimana Gelombang Bono. Gelombang Bono ini adalah gelombang yang ada di sungai dengan ketinggian mencapai tida meter lebih. Gelombang sungai ini dapat digunakan untuk berselancar. Penasaran dengan gelombang Bono? Di lain tulisan, saya akan membahas tentang Gelombang Bono ini.

Setelah puas melihat-lihat kiri dan kanan serta menikmati birunya langit, saya menghadap kebawah. Wooow…..luar biasa. Saya melihat pantai ini tidak lumpur, melainkan pasir. Sesuatu yang jarang ditemukan di muara Sungai Kampar. Indah rapi berjejer, runut hingga jauh tekstur pantainya. Ini terbentuk akibat dari gelombang-gelombang kecil yang ada di sungai ini saat air pasang kecil.

Pasirnya sangat lembut dan halus. Bahkan di ujung pantai yang ada airnya, badan kita akan tenggelam perlahan jika kita tegak berdiri. Seperti pasir hidup yang bisa menelan manusia. Tetapi di Pantai Ogis ini pantainya tidak berpasir hidup. Tetap aman buat berwisata. Saking lembutnya pasir ini, jika menempul di badan kita, sangat mudah untuk di bersihkan. Dan tanpa terasa, pasir Pantai Ogis juga bersarang di rambut saya yang mulai saya rasakan agak aneh dan kasar.

Kentut Air

Sedari tadi, saya masih penasaran dengan kentut air. Saya menyapa Pak Lamid dan bertanya “Pak, mana kentut airnya pak? Katanya ada kentut air”. Dalam benak saya, apa iya ada dan bagaimana kentut air itu. Apakah sama dengan kentut manusia. Pak Lamid menghampiri saya “Ayolah kita cari” tegas Pak Lamid. Pak Lamid mengajak saya menuju tepian air di Pantai Ogis. Pak Lamid kemudia mengajak saya untuk menginjakkan kaki di beberapa titik pasir dan saya masih heran dengan tindakan Pak Lamid ini. Beeerrt…… hahaha….saya pun tertawa ngakak setelah medengar bunyi aneh yang berasal tidak jauh dari kaki saya. “Nah itulah kentut air” ujar pak Lamid.

Kentut air adalah angin yang keluar dari dalam pasir, dimana di dalamnya ada rongga udara. Saat kaki kita injakkan ke pasir, maka aka nada tekanan yang membuat rongga tertutup, sehingga udara yang ada dalam celah tersebut akan mencari jalan keluarnya. Itulah kentut air. Ini sekaligus membuat saya tercengang. Pantai ini unik, pemandangan dan suasana yang nyaman dan siapapun yang kesini akan mendapat kejutan bunyi kentut air.

Puas menikmati pantai Ogis dan bunyi kentur air, membuat saya terhibur. Semburat senja di ufuk barat pun merona, pertanda malam akan tiba. Dan nelayan pun mulai pulang ke rumah. Saya dan teman-teman bergegas meninggalkan Pantai Ogis untuk datang kembali di lain waktu. (SP)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

One comment

  1. waah….jadi kepingin kesana lihat bono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *