Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar Terapung
Pasar Terapung

Pasar Terapung Lok Baintan

Lensa Wisata, Pasar Terapung, – Pukul 14.00 WITA, mendaratlah saya di Banjarmasin, ibukota dari Provinsi Kalimantan Selatan. Kota yang dikenal dengan julukan kota seribu sungai. Mengambil penginapan di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani Pal 1. Merupakan pilihan saya. Karena berdasarkan wawancara kecil dengan supir taksi. Pal 1, dekat dengan tempat makan dan juga dekat dengan Bank. Perkataan supir taksi ini benar adanya. Di Pal/ kilometer satu, saya bisa menikmati masakan Banjar seperti soto Banjar, nasi Kunin, haruan bakar/ikan gabus bakar, bahkan masakan Jawa Timur seperti soto ayam lamongan pun ada. Setidaknya urusan perut saya. Aman.

Di malam hari, saya menghubungi pak Madi. Beliau pemilik klotok ( perahu bermesin ) yang siap mengantarkan saya mengunjungi obyek wisata yang terkenal di Banjarmasin. Pasar Terapung Lok Baintan. Pak Madi mengatakan kepada saya untuk bangun pada pukul 04.00 Wita, karena klotok yang akan mengantarkan saya menuju pasar terapung membutuhkan waktu satu jam perjalanan dari Banjarmasin.

Pasar Terapung Lok Baintan ini berada Sungai Lok Baintan salah satu anak sungai Martapura, dan masuk dalam wilayah Desa Sungai Pinang, Kec. Sungai Tabuk, Kab. Banjar – Kalimantan Selatan.

Secara umum pasar terapung ini sama dengan pasar terapung yang juga berada di Kuin, Muara Sungai Barito. Namun, pada saat ini. Pasar terapung Lok Baintan lebih ramai oleh transaksi ekonomi. Berbeda dengan Kuin, di mana di kawasan ini, sudah terdapat pasar di darat. Sehingga transaksi ekonomi yang berlangsung di atas air. Tidak terlalu ramai.

Dari pelabuhan di depan Mesjid Raya, saya bersama pak Madi dengan menggunakan Klotok, menyusuri sungai. Dalam perjalanan menuju pasar terapung saya disuguhkan pemandangan kehidupan di pinggir sungai. Penduduk sekitar yang mulai bangun untuk melaksanakan ibadah sholat subuh, ibu-ibu yang mendayung sampan, dan anak-anak yang sedang mandi di pinggir sungai adalah beberapa kegiatan yang terlhat pagi itu.

Pasar Lok Baintan ini, menjual hasil hasil bumi. Beras, sayur mayor, jeruk, jajanan pasar, bahkan buah buahan. Pak Madi, mengatakan bahwa bulan Januari dan Februari merupakan musim durian di Kalimantan Selatan.

Di Lok Baintan, saya bisa melihat jukung/perahu-perahu yang penuh berisi durian. Menurut Pak Madi, harga yang ditawarkan tidak mahal. Dari Rp 5.000 sampai dengan Rp 10.000 per buah.

Setelah satu jam saya tiba di kawasan Lok Baintan. Pasar terapung Lok Baintan, dimulai dari pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 08.00 WITA. Jika barang-barang yang dijual di pasar ini tidak habis. Para pedagang di pasar yang sebagian besar adalah perempuan akan mendayung sampan mereka kembali ke kota. Di kota, mereka akan menjual hasil bumi. Menurut Pak Madi mengatakan bahwa ada aturan tidak tertulis bagi masyarakat yang tinggal di tepi sungai. Para wanita berjualan di pasar sedangkan para lelaki bertani dan menjadi nelayan memancing ikan.

Perahu-perahu hilir mudik di depan saya. Menawari wadai. Wadai adalah bahasa Banjar untuk kue-kue pasar, jeruk, pisang, bahkan ikan segar seperti baung. Pilihan saya jatuh di jeruk. Saya ingin mencoba jeruk Kalimantan Selatan yang terkenal manis. Saya menebus lima buah jeruk dengan Rp 10.000. Para pedagang dari Banjarmasin juga terlihat sibuk memilah dan memilih berbagai jenis sayur matur yang ada diatas jukung. Sayur mayur yang berasal dari Lok Baintan akan dijual kembali di Banjarmasin.

Di pasar terapung Lok Baintan, terdapat sekitar 300 jukung/ perahu yang setiap hari silih berganti menjajakan dagangan mereka, pasar ini akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu.

Jam ditangan saya menunjukkan pukul 08.00 WITA. Perahu -perahu yang tadi memadati sungai mulai berpisah satu persatu. Ada yang ke hulu dan ada juga yang ke hilir. Subuh esok hari, sungai ini akan kembali ramai. (BAW)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *