Friday , September 22 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Raja Kecil Pendiri Kerajaan Siak
Berziarah di kuburan Raja Kecil

Raja Kecil Pendiri Kerajaan Siak

Tahun seribu tujuh ratus dua puluh lima

Raja Kecil ke Buantan pindah bersama

Tapak kerajaan dibina seksama

Raja Kecil dilantik jadi raja pertama

 

Stanza ke 204 pada Syair Siak menceritakan bagaimana seorang pemuda yang bergelar Raja Kecil membangun sebuah kerajaan besar di pantai Timur Sumatera. Kerajaan ini bernama Kerajaan Siak Sri Indrapura, sebuah kerajaan yang sangat diperhitungkan pada abad ke 17 sampai abad ke 19 di pantai Timur Sumatera. Raja Kecil, pendiri kerajaan ini bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I.

Berziarah di kuburan Raja Kecil
Berziarah di kuburan Raja Kecil

Alkisah, setelah Sultan Johor ke 10, Sultan Mahmud Syah II meninggal diatas tandu, tampuk kekuasaan kerajaan Johor berpindah kepada Datuk Bendahara Sri Maharaja.

Sebelum Sultan Mahmud Syah II meninggal dunia, dia menitipkan benih kepada Encik Pong, seorang selir di kerajaan Johor. Mendengar kabar bahwa Sultan Mahmud II memiliki keturunan, Datuk Bendahara memerintahkan untuk membunuh perempuan-perempuan yang sedang hamil, tujuannya agar keturunan dari Sultan Mahmud II tidak berkuasa lagi di Johor.

Peziarah di kuburan Raja Kecil
Peziarah di kuburan Raja Kecil

Kabar Datuk Bendahara mengejar dan membunuh perempuan yang sedang hamil terdengar ke telinga Encik Pong. Dengan bantuan Nakhkoda Malin, Encik Pong meninggalkan kerajaan Johor, menyusuri Selat Malaka kearah selatan.

Dia melewati sungai Indragiri, hingga mencapai kerajaan Pagaruyung. Di kerajaan inilah, Encik Pong melahirkan bayi laki-laki anak Sultan Johor yang diberi nama Raja Keci. Dia besar di Kerajaan Pagaruyung, sampai dewasa. Dalam perjalanan hidupnya, Raja Kecil mengembara ke Palembang hingga sampai di Kerajaan Johor. Setelah pulang dari Johor, dia melewati daerah Musi Rawas,Sumatera Selatan. Raja Kecil tertarik dengan anak perempuan dari Dipati Kucing Batu. Kedua muda mudi ini pun menikah, hasil pernikahan ini melahirkan Sultan Alamuddin Riayat Syah ( 1761-1766). Beliau merupakan pendiri kota Pekanbaru yang lebih dikenal dengan nama Sultan Alam.

Detail nisan dari Raja Kecil
Detail nisan dari Raja Kecil

Sepulangnya Raja Kecil kembali ke kerajaan Pagaruyung. Dia ingin menduduki kembali tahta kerajaan Johor yang dahulu direbut dari ayahnya. Dengan bantuan beberapa pembesar kerajaan Pagaruyung seperti Datuk Tanah Datar, Datuk Pesisir, dan Datuk Limapuluh. Mereka berangkat menelusuri sungai hingga mencapai pulau Bengkalis. Pada tahun 1702, di Pulau Bengkalis, Raja Kecil dengan bantuan orang-orang laut, Batin Hitam di Senggoro; Batin Puteh di Ketam Putih; Batin Tua di Bantan. Berangkat menyerbu Kerajaan Johor.

 

Perang terjadi berkibarlah bendera

Johor dialahkan dengan segera

Berkat dukungan saudara mara

Serta pengikut Raja Selat Samudra

 

Stanza ke 195 dari Hikayat Siak menceritakan mengenai peperangan yang terjadi di Johor. Raja Kecil berhasil menduduki kerajaan Johor dan menjadi Raja. Namun, Raja Kecil hanya sebentar memerintah di kerajaan Johor. Pada tahun 1722, Raja Kecil dipukul mundur oleh bekas Bendahara Abdul Jalil. Bendahara meminta Daeng Parani, pemimpin orang Bugis, untuk menolongnya mendapatkan kembali tahta kerajaan Johor. Akibat dari kekalahan itu, Raja Kecil menyingkir ke Johor, Bintan, Bengkalis, hingga akhirnya sampai di pedalaman Sungai Siak, tepatnya di daerah Buantan. Di Buantan inilah Raja Kecil membangun sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Siak Sri Indrapura.

Makam dari isteri Raja Kecil
Makam dari isteri Raja Kecil

Sore itu, saya berziarah ke makam Raja Kecil yang berada di Buantan Desa Langkai Kecamatan Siak. Sebelum mencapai komplek pekuburan, saya singgah terlebih dahulu ke kolam hijau. Kolam ini dahulu digunakan oleh para panglima kerajaan dan Raja untuk mencuci senjata pusaka mereka. Kuburan Raja Kecil berjarak dua ratus meter dari kolam hijau dan seratus meter dari tepi sungai Siak.

Detail nisan dari makam isteri raja Kecil
Detail nisan dari makam isteri raja Kecil

 

Kolam hijau yang merupakan tempat penyucian pusaka Sultan   dan panglima perang kerajaan Siak
Kolam hijau yang merupakan tempat penyucian pusaka Sultan dan panglima perang kerajaan Siak

Kuburan Raja Kecil sangat terawat. Ada dua orang peziarah yang sedang khusuk membacakan yasin di komplek pekuburan ini. Di samping kiri dari makam Raja Kecil/Sultan Siak pertama terdapat makam dari isteri beliau. Makam keluarga kerajaan tidak terlihat sama sekali. Di meja tamu, saya melihat silsilah keturunan Raja-raja Siak yang ditulis dalam bentuk buku. Pemerintah Kabupaten Siak dalam wisata ziarah dan sejarah. Komplek pemakaman Raja Kecil dan kolam hijau di Buantan. Bukti kebesaran kerajaan Siak. BAW

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *