Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Ritual Budaya Bakar Tongkang
tongkang yang akan dibakar tiba di tempat pembakaran copy

Ritual Budaya Bakar Tongkang

Lensawisata.com, Setiap hari kelima belas bulan ke lima dalam penanggalan Tiong Hoa, kota Bagan Siapiapi, provinsi Riau diadakan ritual yang disebut bakar tongkang.  Bakar tongkang merupakan ritual masyarakat Tionghoa Bagan  Siapiapi dalam rangka memperingati kedatangan leluhur mereka di Bagan Siapi api dan memperingati ulang tahun dewa Ki Hu Ong Ya, dewa pelindung masyarakat Bagan.

dewa ki hung ong ya, dewa bagi masyarakat tionghoa Bagansiapiapi.
dewa ki hung ong ya, dewa bagi masyarakat tionghoa Bagansiapiapi.

Sejarah singkat bakar tongkang, bermula dari tuntutan kualitas hidup yang lebih baik lagi, sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian – China, merantau menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana. Dalam kebimbangan kehilangan arah, mereka berdoa ke Dewa Kie Ong Ya yang saat itu ada di kapal tersebut agar kiranya dapat diberikan penuntun arah menuju daratan.

tang ki, manusia yang dimasuki dewa pada  saat pengarakan tongkang.
tang ki, manusia yang dimasuki dewa pada saat pengarakan tongkang.

Tak lama kemudian, pada keheningan malam tiba-tiba mereka melihat adanya cahaya yang samar-samar. Dengan berpikiran di mana ada api disitulah ada daratan dan kehidupan, akhirnya mereka mengikuti arah cahaya tersebut, hingga tibalah mereka di daratan Selat Malaka tersebut, (kota Bagan Siapiapi sekarang). Mereka yang mendarat di tanah tersebut sebanyak 18 orang yang kesemuanya bermarga Ang, di antaranya : Ang Nie Kie, Ang Nie Hiok, Ang Se Guan, Ang Se Pun, Ang Se Teng,  dan Ang Se Shia. Atas keselamatan ini, maka masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi melaksanakan ritual bakar tongkang.

masyarakat tionghoa Bagan sedang menunggu saat saat tongkang akan dibakar.
masyarakat tionghoa Bagan sedang menunggu saat saat tongkang akan dibakar.

Selain sebagai ritual perayaan keselamatan, bakar tongkang juga ritual sembahyang pada Dewa Tuan Raja. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa bahwa dewa raja-raja seperti Tai Sun Ong Ya dan Ki Ong Ya yang dibawa ke Bagan Siapiapi waktu dulu adalah wali kaisar jaman dulu yang masih berkeliling untuk menjaga tertib keamanan dan memburu kejahatan didaerah (Tee Tian Sun Siu),  dewa-dewa raja diundang datang dan dikelilingkan di kota untuk dihormati oleh rakyat  kemudian diantar kembali dengan kapal bersama tumpukan bukit sesajian kertas mas yang dibakar.

tongkang dibakar, setelah dibakar, mereka akan menunggu jatuhnya tiang utama tongkang kearah laut atau darat.
tongkang dibakar, setelah dibakar, mereka akan menunggu jatuhnya tiang utama tongkang kearah laut atau darat.

Jika ingin merasakan sensasi berdesak desakan dan mengenal budaya Tionghoa, ayo ke Riau.  Bakar tongkang, ritual budaya yang sayang untuk dilewatkan. BAW

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *