Thursday , November 23 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Selamat Ulang Tahun Ching Cui Cho Se
Ching Cui Cho Se
Suasana malam hari di Klenteng Hok An Kiong, Bengkalis, sebelum tengah malam, untuk memperingati ulang tahun dewa. (BAW, Lensa Wisata)

Selamat Ulang Tahun Ching Cui Cho Se

Lensawisata.com, Selamat Ulang Tahun Ching Cui Cho Se, – Setiap hari ke enam bulan pertama dalam penanggalan China, klenteng  Hook An Kiong yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Bengkalis, provinsi Riau  penuh dengan masyarakat  Tionghoa. Kedatangan mereka di klenteng ini untuk  merayakan ulang tahun dari dewa besar yang bernama  Ching Cui Cho Se.

Persiapan perayaan hari ulang tahun dewa masyarakat Tionghoa di pulau Bengkalis dimulai dari hari keempat. Persiapan seperti membersihkan dewa, mengganti baju dewa, membersihkan meja altar, dan membersihkan klenteng sudah dimulai. Klenteng Hook An Kiong yang berdiri sejak tahun 1828 sudah mempersiapkan diri dalam menyambut ulang tahun Sang Dewa . hiasan-hiasan bewarna merah mendominasi klenteng.

Sebelum perayaan besar ulang tahun Dewa Ching Cui Cho Se, pada malam ke lima, masyarakat Tionghoa yang berada di Bengkalis akan memenuhi halaman klenteng Hook An Kiong. Mereka akan melakukan sembahyang malam dalam rangka menyambut pergantian hari. Tepat pukul 00.00 WIB, petasan dan mercun akan dibunyikan. Sahut sahutan suara petasan ini  menandakan sudah masuknya hari ulang tahun sang dewa.

Keesokan harinya, pada hari keenam, atau dalam bahasa Tionghoanya dinamakan dengan Cu Lak. Dari subuh, masyarakat Tionghoa sudah memadati halaman klenteng. Mereka melakukan sembayang pagi dan selanjutnya mengikuti acara ulang tahun sang Dewa. Ada yang menarik dalam pelaksanaan hari ulang dewa ini. Jika anda pernah mendengar istilah tatung, atau manusia yang dimasuki oleh dewa yang menjadi salah satu ikon dalam perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang, Kalimantan Barat. Maka di Bengkalis, mereka juga ada. Di Riau, tatung dikenal dengan sebutan Thang Ki.

Perayaan ulang tahun dewa Ching Cui Cho Se berlangsung meriah, dewa Ching Cui Co Se beserta para pendamping  diarak dengan menggunakan joli atau tandu yang berwarna merah. Dewa, thang ki, barong sai, dan liong akan mengelilingi kawasan pecinan kota Bengkalis. Thang ki, akan mendoakan beberapa tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Tionghoa Bengkalis. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa Bengkalis, thang ki dipercaya bisa menghilangkan nasib buruk dan kesialan.  Setiap tempat yang dilewati oleh Thang Ki, suara petasan akan terdengar sahut menyahut. Arak arakan dewa, akan terus berjalan melewati beberapa jalan, seperti jalan Hang Tuah, dan jalan Antara. Selain suara petasan, saya bisa melihat masyarakat Tionghoa Bengkalis berdoa kepada than ki yang lewat. Perayaan Cu Lak/ hari keenam, salah satu  ritual Tiong Hoa di Riau yang masih bisa kita saksikan.

 

Check Also

selat melaka

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *