Tuesday , November 21 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Selamat Ulang Tahun Riau
Kontingen Pekanbaru memperlihatkan kebolehan mereka dalam membawakan tarian malam ulang tahun Riau ke 59 di Anjungan Idrus Tintin. copy

Selamat Ulang Tahun Riau

Lensawisata.com, Setiap tanggal 09 Agustus, Provinsi Riau merayakan hari yang istimewa. Pada tanggal tersebut, Riau merayakan hari jadinya sebagai provinsi otonom, lepas dari provinsi Sumatera Tengah yang pada saat itu terdiri dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi.

Gajah memberikan hormat kepada Gubernur Riau dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59
Gajah memberikan hormat kepada Gubernur Riau dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59

 

Berdasarkan kutipan wawancara antara Almarhum Wan Ghalib dengan Riau Pos pada hari jadi Provinsi Riau ke 52, awalnya keinginan untuk menjadikan residen Riau sebagai sebuah provinsi, dilatarbelakangi keadilan bagi masyarakat Riau. Provinsi Sumatera Tengah yang membawahi tiga daerah pada saat itu, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi dengan pusat pemerintahan pada saat itu berada di Residen Sumatera Barat. Riau tidak diperhatikan oleh pemerintah provinsi. Ide pendirian provinsi awalnya hanya ada tingkat elit dan tokoh masyarakat Riau. Namun saat itu pihak Provinsi Sumatera Tengah tidak mau memberikan apa yang diinginkan Riau, sehingga munculah intimidasi upaya penghalangan, ungkap Wan Ghalib.

Gubernur Riau mendapatkan kalungan bunga dari gajah dalam rangka pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59
Gubernur Riau mendapatkan kalungan bunga dari gajah dalam rangka pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59

 

Kebulatan tekad rakyat Riau untuk membentuk provinsi sendiri lahir melalui Kongres Rakyat Riau (KRR) ke-1 yang berlangsung di Pekanbaru, 31 Januari hingga 2 Februari 1956. Kongres Rakyat Riau I merupakan langkah besar yang melandasi terbentuknya Provinsi Riau. Kongres ini dihadiri 277 perwakilan dari empat kabupaten, yaitu Indragiri, Kepulauan Riau, Kampar dan Bengkalis. Selain utusan dari kabupaten, kongres ini juga dihadiri peninjau yang jumlahnya mencapai 700 orang.

Tarian Tanjung Lajau

 

Dari kongres inilah kebulatan tekad untuk membentuk Provinsi Riau terlahirkan. Kongres Rakyat Riau tersebut meskipun tidak mendapat restu, tapi Gubernur Sumatera Tengah Ruslan Mulyohardjo turut serta hadir. Seluruh bupati juga hadir seperti Bupati Kabupaten Bengkalis BA Mochtar, Bupati Indragiri Abdul Rachman, Bupati Kampar Ali Loeis dan Bupati Kepulauan Riau Rakanaljan. . KONGRES Rakyat Riau (KRR I) yang dilaksanakan selama tiga hari, benar-benar menggambarkan sebuah perjuangan yang merata. Semua elemen, baik tokoh, politisi, dan masyarakat larut dalam sebuah euforia perjuangan yang padu. “Perjuangan yang sebelumnya masih bersifat berkelompok, namun karena tekad sudah kuat, maka seluruh kelompok masyarakat tersebut sudah mulai melakukan rapat-rapat untuk menyatukan dan menyamakan persepsi perjuangan pembentukan Riau”, ujar Wan Ghalib. Keputusan penting dalam kongres rakyat Riau itu meliputi,

  1. Menuntut supaya daerah Riau yang meliputi Kabupaten Kampar, Indragiri, Bengkalis dan Kepulauan Riau dijadikan daerah otonom setingkat provinsi.
  2. Memberikan definisi mengenai apa yang dimaksud dengan Rakyat Riau.
Iyet Bustami membawakan lima lagu di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati hari ulang tahun Riau ke 59. copy
Iyet Bustami membawakan lima lagu di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati hari ulang tahun Riau ke 59

Perjuangan pembentukan provinsi juga dilakukan melalui parlemen. Terdapat satu putra terbaik Riau yang duduk di parlemen pada waktu itu. Dia adalah Marifat Mardjani dari unsur partai. Seorang putra Riau dari Kuantan Singingi, dia menuntut pemerintah pusat agar Riau menjadi provinsi. Bahkan dalam berbagai kesempatan, ia mencoba melakukan lobi-lobi politik kepada anggota DPR lainnya. Dengan gaung yang dilakukan oleh almarhum Marifat Mardjani tersebut, tentang keinginan membentuk provinsi sendiri berpisah dari provinsi induk, membuat pemerintah pusat sedikit memperhatikan keinginan ini. Usai pelaksanaan Kongres Rakyat Riau I dan lobi lobi politik, Pemerintah Provinsi Sumatera Tengah mulai melunak dan tidak mampu untuk membendungnya, ujar Wan Ghalib.

Pesilat dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59
Pesilat dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59

 

Kabar gembira bagi rakyat Riau akhirnya tersiar ketika Presiden Soekarno, menandatangani Undang-Undang Darurat Nomor 19 tahun 1957 tanggal 9 Agustus 1957 di Bali. Undang-undang ini menyatakan pembentukan daerah-daerah tingkat I, yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Hingga saat ini Tanggal 9 Agustus di peringati sebagai Hari Jadinya Provinsi Riau. Kabar lahirnya undang-undang ini diterima langsung oleh Ketua BadanPenghubung Wan Ghalib beserta Wakil Ketua DM Yanur dari Menteri DalamNegeri Sanusi Hardjadinata. Menteri mengatakan bahwa undang-undang ini akan diundangkan dalam lembaran negara oleh Menteri Kehakiman GA Maengkom pada tanggal 10 Agustus 1957.

Mobil hias dari kabupaten Bengkalis dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59
Mobil hias dari kabupaten Bengkalis dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59

‘’Pagi Jumat tanggal 9 Agustus saya dijemput D M Yanur Wakil Ketua Badan Penghubung di Jakarta dengan menggunakan mobil pribadinya, melaju untuk menghadap Menteri Dalam Negeri Sanusi Hardjadinata,’’ ujar Wan Ghalib mengenang. ‘’Tadi malam kabinet sudah bersidang, termasuk membicarakan masalah Provinsi Riau. Sidang kabinet menyetujui, membagi Provinsi SumateraTengah menjadi tiga provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Jambi, dan Riau dengan Undang-undang Darurat Nomor 19 tahun 1957 yang ditandatangani Presiden Seokarno,’’ ungkap Mendagri ketika itu, seperti ditirukan Wan Ghalib. Informasi dari Mendagri yang menggembirakan itu tidak membuat suasana menjadi riuh rendah. ‘’Kami terpaku, bisu, tubuh ringan melayang, kuping berdesing, kami tetap terdiam tanpa ada reaksi apa-apa,’’ kata Wan Ghalib.

Kontingen Rengat memainkan tarian Rentak Bulian di anjungan seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati ulang tahun provinsi Riau ke 59
Kontingen Rengat memainkan tarian Rentak Bulian di anjungan seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati ulang tahun provinsi Riau ke 59

 

Dengan lahirnya undang-undang ini, maka dengan sendirinya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 tahun 1950 yang menggabungkan Sumatera Barat, Jambi dan Riau dalam wadah pemerintahan Sumatera Tengah dinyatakan batal. Setelah adanya keputusan ini selanjutnya dipersiapkanlah perayaan menyambut Provinsi Riau dengan mengadakan malam syukuran yang diberi nama ‘’Malam Riau’’. Dibentuklah suatu panitia pelaksana yang diketuai DM Yanu. Pada ‘’Malam Riau’’ ini ditampilkan kesenian daerah Riau. Dan tamu yang diundang termasuk beberapa menteri seperti Menteri Agraria, Menteri Urusan antara Daerah, Sri Sultan Siak, dan Mendagri.

marching band sat pol PP Riau dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59
marching band sat pol PP Riau dalam pawai festival Lancang Kuning dalam rangka ulang tahun Prov Riau ke 59

Pada ‘’Malam Riau’’ inilah awal mula tampilnya lagu Lancang Kuning yang menjadi lagu daerah Provinsi Riau sampai saat ini. Penetapan Riau menjadi provinsi juga disambut gembira hampir di seluruh pelosok negeri Riau. Masyarakat dengan caranya masing-masing melakukan perayaan dengan penuh kebahagian.

Iyet Bustami memanjakan para penggemarnya di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka ulang tahun provinsi Riau ke 59
Iyet Bustami memanjakan para penggemarnya di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka ulang tahun provinsi Riau ke 59

Pada hari selasa, kemarin 09 Agustus 2016. Pemerintah Provinsi Riau mengadakan festival lancing kuning. Festival ini merupakan festival menyambut ulang tahun Riau. Pada sore hari, di Jalan Gadjah Mada, dilakukan pawai kendaraan hias dan perwakilan dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau. Menurut Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dalam pembukaan pawai, “ pawai ini merupakan pawai budaya dan pembangunan yang ada di Riau. Tujuan pawai ini, untuk melihatkan budaya Riau, sesuai dengan tagline Riau Homeland of Melayu, Riau tanah tumpah melayu”. Pada malam hari, di anjungan seni Idrus Tintin, masyarakat Riau disuguhkan hiburan budaya melayu. Seni tari dari 12 kabupaten dan kota, pertunjukan musik dari Bandar Serai Orchestra/BOS,penampilan lagu dari Iyet Bustami dan Lasti D’Academy, serta   puisi, menjadi puncak perayaan ulang tahun Riau. Selamat ulang tahun ke 59 Provinsi Riau. Semoga semakin berjaya. *BAW

Lesti D academy memanjakan para penggemar dalam rangka ulang tahun provinsi Riau ke 59
Lesti D academy memanjakan para penggemar dalam rangka ulang tahun provinsi Riau ke 59

 

Kontingen Kampar memperlihatkan kebolehan mereka di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati ulang tahun provinsi Riau ke 59. copy
Kontingen Kampar memperlihatkan kebolehan mereka di Anjungan Seni Idrus Tintin dalam rangka memperingati ulang tahun provinsi Riau ke 59
Kontingen Taluk Kuantan memperlihatkan kebolehan dalam memperingati hari ulang tahun Prov Riau ke 59 di Anjungan Seni Idrus Tintin
Kontingen Taluk Kuantan memperlihatkan kebolehan dalam memperingati hari ulang tahun Prov Riau ke 59 di Anjungan Seni Idrus Tintin

Check Also

selat melaka

Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka

Lensawisata.com, Jamuan Mewah Diatas Selat Malaka – “ Di sini saja” ujar salah seorang nelayan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *