Friday , September 22 2017
Breaking News
Home / LIFE STYLE / Tergoda Segelas Cendol Pak Jenggot
es cendol pak Jenggot, minuman buka puasa yang layak untuk diburu copy

Tergoda Segelas Cendol Pak Jenggot

Lensawisata.com, Puasa di kota Pekanbaru memiliki tantangan tersendiri. Sebagai kota yang dekat dengan garis khatulistiwa, Pekanbaru memiliki temperatur yang konstan di 30 derajat Celcius sampai dengan 34 derajat celcius. Terutama dari  pukul 12.00 sampai 16.00 WIB. Konsekuensi dari panas yang terik ini, kita akan mencari minuman segar yang dingin Es kelapa muda,es cendol, dan es jeruk kesturi  adalah beberapa minuman yang sering dicari.  Salah satu tempat menjual minuman pelepas dahaga  yang ramai saat bulan puasa adalah bofet cendol Pak Jenggot.
Bofet ini sudah ada sejak taun 1993. Bofet pak Jenggot adalah bofet yang sederhana. Sejak pertama kali berdiri, pak Jenggot belum pindah dari tempat dia berjualan pertama kali. Di bagian samping belakang dari bank Permata Jalan Sudirman.  Saat bulan puasa, pak Jenggot buka dari pukul 15.00 WIB sedangkan diluar bulan puasa Pak Jenggot sudah berjualan dari pukul 10.00 WIB. Dahulu, pak Jenggot yang sibuk menata tempat tempat besar  menyerupai laci penyimpan buku dan kaleng kerupuk. Tempat ini berisi cendol, emping yang terbuat dari ketan,gula merah, serta santan. Sekarang, anak Pak Jenggot bersama menantu nya yang menggantikan.

Es cendol pak Jenggot, M Yamin, Pekanbaru copy
Es cendol pak Jenggot menggunakan campuran dua cendol, cendol hijau yang terbuat dari beras dan cendol merah yang terbuat dari sagu. Jika berada di bofet pak Jenggot saat bulan puasa, siap siap saja tergiur karena melihat dan mencium  bau bahan-bahan campuran dari cendol yang sudah berumur  23 tahun ini. Santan yang digunakan pada es cendol merupakan santan yang segar dengan warna keabuan dan kental.

Gula yang digunakan dalam campuran es cendol ini merupakam gula enau.  Gula ini kental dan berwarna coklat kehitaman. Saat waktu buka telah tiba di Pekanbaru,  lidah saya  menyicip  rasa dari larutan gula ini.  Ada sedikit rasa pait diujung rasa manis dari gula. Pencampuran  pahit dan manis ini, semakin bewarna saat lidah saya mengecap durian yang sebelumnya sudah bercampur terlebih dahulu dalam larutan gula. Manis, pahit, dan kembali manis.  Harum dari durian  pelan pelan masuk kedalam rongga hidung. Dinginnya es bercampur dengan aneka rasa di tenggorakan saya. Nikmat.
Cendol sagu yang ada didalam campuran cendol pak Jenggot menjadi jawaban pertanyaan yang ada dikepala saya. “Apa yang dari tadi melompat lompat ke kiri ke kanan  dalam mulut  ini?”  Cendol sagu yang kenyal memenuhi mulut saya .Semua campuran ini berpadu dan terus menarik saya untuk menyuap cendol ini sampai suapan terakhir.
Dibulan puasa harga dari cendol pak Jenggot naik, cukup dengan Rp 12.000,- saya sudah bisa menikmati segelas cendol pak Jenggot. Harga yang terjangkau untuk menu buka puasa serta menikmati nostalgia rasa dari kota Pekanbaru. BAW

Check Also

Lomba Foto #RiauTheHomelandOfMelayu

Lomba Foto #RiauTheHomelandOfMelayu

LOMBA FOTO  INSTAGRAM #RiauTheHomelandOfMelayu TEMA: RIAU HOMELAND OF MELAYU KATEGORI Ragam Budaya Riau Air Terjun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *