Friday , September 22 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Tiga Tempat Terindah di Solok

Tiga Tempat Terindah di Solok

Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan danau Maninjau dilihat dari puncak bukit Cambai_lensawisata

Lensawisata.com, Kabupaten Solok merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang memiliki destinasi wisata yang menarik, diantaranya adalah danau diatas dan danau dibawah, hamparan kebun–kebun teh, perkebunan kopi dan sayur-sayuran yang menghijau. Namun, selain itu Solok juga memiliki destinasi wisata yang masih jarang dilirik. Lensa wisata akan mengenalkan beberapa destinasi menarik di kabupaten Solok.

  1. Gunung Talang.

Gunung Talang adalah gunung yang bertipe stratovolcano, stratovocalno merupakan pegunungan (gunung berapi) tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras. Bentuk gunung berapi ini secara khas curam di puncak dan landai pada kakinya, hal ini karena aliran lava yang membentuk gunung berapi tersebut kental karena banyak mengandung silika dan begitu dingin  setelah mengeras sebelum menyebar jauh.

Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan danau Maninjau dilihat dari puncak bukit Cambai_lensawisata
Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan danau Maninjau dilihat dari puncak bukit Cambai_lensawisata

Untuk menuju gunung Talang, terdapat dua jalur pendakian. Jalur pertama adalah jalur lama yang berada di Kenagarian Bukit Sileh. Jalur Bukit Sileh memiliki jalur pendakian yang terjal, jalur ini merupakan jalur yang lama. Jalur baru pendakian gunung Solok berada di Kanagarian Aie Batumbuak ( Air Bertumbuk ) kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Jalur yang di ini memiliki yang relatif lebih datar dibandingkan jalur Bukit Sileh.

matahari tenggelam di Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
matahari tenggelam di Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
matahari tenggelam di Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata-II
matahari tenggelam di Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
Suasana malam hari di Gunung Talang_lensawisata
Suasana malam hari di Gunung Talang_lensawisata
Perkebunan teh meenuju puncak Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
Perkebunan teh meenuju puncak Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata

Gunung Talang memiliki petunjuk arah yang lengkap. Pemerintah Kabupaten Solok memberikan papan nomor sebagai petunjuk  jalur yang kita lewati. Penomoran ini berjarak kurang lebih per seratus  meter. Dimulai dari nomor satu dan diakhiri dengan nomor lima puluh empat. Nomor lima puluh empat merupakan finish dari perjalanan menuju puncak Gunung Talang. Titik lima puluh empat merupakan batas vegetasi,  tempat dimana para pendaki beristirahat sebelum menuju puncak gunung Talang. Titik ini memiliki ketinggian kurang lebih 2400 mdpl

Dibutuhkan kurang lebih enam jam berjalan kaki dari base camp pendakian menuju ke batas vegetasi. Dalam perjalanan menuju puncak, kita akan melewati perkebunan teh, hutan, hutan mati, hingga kawasan berbatuan. Di atas puncak, jika cuaca sedang cerah, kita bisa melihat, danau diatas, danau dibawah, dan gunung Kerinci. Pemandangan di puncak Gunung Talang memanjakan mata.

Jangan lupa, setelah mencapai puncak gunung dan kembali ke base camp, bawalah sampah-sampah sisa pendakian agatr gunung Talang tidak tercemar oleh sampah plastik kita.

 

  1. Bukit Cambai.

Dari base camp Gunung Talang, Kanagarian Aie Batumbuak,, dengan menggunakan kendaraan, bergerak lah kearah Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok. Di sini terdapat destinasi menarik yang bernama Bukit Cambai.

Gunung Talang, Danau Talang, danau maninjau, dan gunung marapi dilihat dari puncak Bukit Cambai_lensawisata
Gunung Talang, Danau Talang, danau maninjau, dan gunung marapi dilihat dari puncak Bukit Cambai_lensawisata
Perkebunan teh meenuju puncak Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
Perkebunan teh meenuju puncak Gunung Talang, Sumatera Barat_lensawisata
sabana yang ada pada bukit-bukit sekitar Bukit Cambai_lensawisata
sabana yang ada pada bukit-bukit sekitar Bukit Cambai_lensawisata

Bukit Cambai merupakan destinasi unggulan baru dari Kabupaten Solok. Diatas puncak Bukit Cambai yang memiliki ketinggian 1874 meter diatas permukaan laut. Kita bisa melihat pemandangan berupa empat danau, dan empat gunung. Empat danau tersebut adalah danau Di atas, danau Di bawah, danau Talang, dan danau Maninjau. Empat gunung yang bisa dilihat dari puncak bukit Cambai saat cerah adalah, Gunung Talang, Gunung Merapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Kerinci. Selain itu, sabana-sabana di perbukitan sekitar Bukit Cambai menjadi latar belakang indah.

Untuk menuju puncak bukit cambai dibutuhkan sedikit perjuangan. Dari pintu masuk kawasan wisata, yang berketinggian 1640 mdpl kita akan berjalan kaki melewati jalan tanah dengan topografi menanjak. Di puncak-puncak punggungan bukit kecil menuju puncak Bukit Cambai, sudah dibuat lima gardu pandang, tempat istirahat jika terasa lelah mendaki.

Menurut Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, di bukit Cambai akan disiapkan kawasan perkemahan yang mampu menampung 1000 peserta, jalur untuk trail run, sepeda down hill, selain itu di bukit Cambai ini nantinya akan diadakan perlombaan paralayang tingkat internasional.

 

  1. Mesjid Tua Kayu Jao.

Masjid Tuo Kayu Jao adalah masjid tertua kedua di Indonesia yang masih berdiri hingga kini. Letak mesjid ini berada di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Mesjid ini bjarak 5 kilometer dari base camp pendakian Gunung Talang, turun kearah kota Kabupaten Solok.

Halaman depan masjid Tua Kayu Jao dan bedug tua_lensawisata
Halaman depan masjid Tua Kayu Jao dan bedug tua_lensawisata
jendela-jendela di Masjid Tua Kayu Jao, Solok, Sumatera Barat_lensawisata
jendela-jendela di Masjid Tua Kayu Jao, Solok, Sumatera Barat_lensawisata
Mesjid Tua Kayu Jao, Kabupaten Solok_lensawisata
Mesjid Tua Kayu Jao, Kabupaten Solok_lensawisata
Bagian dalam mesjdi tua kayu Jao, Kabupaten Solok_lensawisata
Bagian dalam mesjdi tua kayu Jao, Kabupaten Solok_lensawisata
Mimbar dari mesjid tua Kayu Jao, Kabupaten Solok, Sumatera Barat_lensawisata
Mimbar dari mesjid tua Kayu Jao, Kabupaten Solok, Sumatera Barat_lensawisata

Mesjid Kayu Jao menurut catatan sudah ada pada akhir abad ke 15.  Mesjid ini menjadi bukti bahwa sejarah agama Islam di Sumatera Barat dan Kabupaten Solok khususnya telah menyebar di wilayah ini sejak abad ke-16. Berdasarkan catatan sejarah setempat, terdapat dua pemuka agama yang berperan dalam pembangunan masjid ini, yakni Angku Musau dan Angku Labai. Keduanya dimakamkan tidak jauh dari Masjid Tuo Kayu Jao.

Setiap bagian masjid tua ini memiliki arti tersendiri, seperti Jendela. Ada tiga belas jendela di masjid ini yang merupakan cerminan dari tiga belas rukun salat. Lima anak tangga menggambarkan rukun Islam. Atap yang terdiri dari tiga tingkatan mengartikan tiga pondasi masyarakat Minangkabau yakni Adat, Syara’, dan Kitabullah. Tiga tingkatan yang ada di mesjid tua ini juga berhubungan dengan tingkatan dalam mendalami suluk. Salah satu benda yang menjadi ikon di masjid ini adalah bedug atau tabuah dalam bahasa minang. Bedug yang terletak di sebelah masjid, diperkirakan usianya juga sama dengan masjid itu sendiri. Bahkan, bedug ini masih difungsikan hingga kini. Tiga destinasi ini merupakan destinasi yang layak dikunjungi jika berada di kabupaten Solok. *BAW

Check Also

Pulau Pagang_lensawisata.com

Godaan Pasir Putih Pulau Pagang

Lensawisata.com, Suara mesin kapal membelah pagi yang sunyi. Matahari yang akan naik keperaduan terhalang tirai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *