Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Toraja: Tongkonan 400 Tahun Ke’te’ Kesu’
Tongkonan berumur ratusan tahun di Ke'te' Kesu'
Tongkonan berumur ratusan tahun di Ke'te' Kesu'

Toraja: Tongkonan 400 Tahun Ke’te’ Kesu’

Lensawisata.com, Perempuan yang duduk di sebelah saya berkata 3 jam baru akan tiba ditempat tujuan. Kepala saya mulai terasa berat, bus meliuk ke kiri ke kanan mengikuti tkontur jalan. Papan petunjuk arah sekilas tertangkap mata yang sudah mulai berat. Toraja. Untuk menikmati Pariwisata dan menuju Toraja, Sulawesi Selatan, dapat dikatakan perjalanan yang penuh adrenalin. Jalanan khas pegunungan dengan tikungan–tikungan rapat, tanjakan,dan papasan dengan truk-truk besar di antara tikungan menjadi warna perjalanan. Saya turun di Rante Pao, ibukota Toraja Utara. Toraja dibagi menjadi dua kabupaten yaitu Toraja dan Toraja Utara. Dengan masing masing ibu kota nya Makale dan Rante Pao.

Tongkonan berumur ratusan tahun di Ke'te' Kesu'

Salah satu tujuan saya di Toraja adalah Ke’te’ Kesu’ . Desa adat ini ini berada di Kelurahan Tikunna Malenong, Kabupaten Toraja Utara. Kurang lebih  empat kilometer sebelah selatan kota Rantepao. Kete Kesu adalah sebuah area di mana beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi dengan lumbung padi (alang sura), area upacara pemakaman (rante), dan tempat pertemuan adat.

Tengkorak di halaman belakang Ke'te' Kesu'

Ke’te’ Kesu’ dapat dengan mudah dapat dicapai dengan roda dua ataupun roda empat. Ikuti jalan Poros Toraja – Makassar, ke arah Makale. Begitu tiba di  persimpangan dimana ada Patung Sapi berwarna merah jambu, ambil kiri. Dan lurus saja,sampai ketemu dengan papan petunjuk lokasi Ke’te’ Kesu’  lalu belok kanan. Jejeran tongkonan akan terlihat dari tepi jalan merupakan penanda Ke’te’ Kesu’

Tengkorak dan peti mati tua di Ke'te' Kesu'

Tengkorak dan kuburan tua di Ke'te' Kesu'

Ke’te’ Kesu’  terkenal karena terdapat Tongkonan yang sudah berumur 400 Tahun. Tongkonan ini merupakan peninggalan Puang Ri Kesu’. Tongkonan ini berfungsi sebagai tempat musyawarah, mengolah dan menetapkan aturan adat baik itu aluk maupun pamali yang di gunakan sebagai aturan hidup di Masyarat Kesu’. Arena sudah berumur ratusan tahun, atap di tongkonan  sudah di tumbuhi dengan tumbuhan paku dan lumut. Ornament -ornament yang ada di tongkonan sudah tidak jelas karena lapuk di makan usia. Namun tongkonan masih berdiri dengan kokoh.

kuburan tua di Ke'te' Kesu'

Tongkonan  Ke’te’ Kesu’ dihiasi dengan tengkorak kerbau yang menunjukkan status  dari pemilik tongkonan. Semakin banyak tengkorak kerbau maka status mereka di masyarakat semakin  tinggi. Selain Tongkonan, di kawasan ini juga terdapat lumbung  padi. Sebagian lumbung padi disini ada yang berumur sama dengan tongkonan.

kuburan di Ke'te' Kesu'. dengan tau tau yang berada di depan

Dari tongkonan , saya melihat kubur batu yang tingginya menyerupai bangunan tiga lantai. pada zaman dahulu para bangsawan di kuburkan di kubur batu yang berada di tebing- tebing batu yang berada di kawasan ini. Pada masa sekarang, ada yang berinisiatif membuat kuburan seperti rumah. Letak dari kubur ini berada di halaman belakang Ke’te’ Kesu’. Tidak jauh dari kuburan, terlihat peti mati tua dan tengkorak para bangsawan Toraja. Tengkorak ini ada yang berada di dalam tebing dan ada juga yang berada di luar. Tau-Tau yang merupakan patung tiruan dari bangsawan yang sudah meninggal juga dapat dilihat disini. Karena sudah sangat tua, peti mati ini lapuk sehingga ada beberapa tulang belulang yang keluar dari peti.

Penjual souvenir khas Toraja lensawisata.com
Penjual souvenir khas Toraja
Motif toraja ayam dan kerbau di Ke'te' Kesu' lensawisata.com
Motif toraja ayam dan kerbau di Ke’te’ Kesu’
Ukiran yang dijual di Ke'te' Kesu' lensawisata.com
Ukiran yang dijual di Ke’te’ Kesu’
Pemahat sedang mengerjakan ukiran bermotif Toraja lensawisata.com
Pemahat sedang mengerjakan ukiran bermotif Toraja

Jangan lupa untuk menuju bengkel kerja para perajin kerajinan Toraja. Pariwisata di Ke’te’ Kesu’ terdapat para seniman pahat yang dengan sangat teliti dan cekatan mengerjakan kerajinan tangan. Tedong ( kerbau ), matahari, dan ayam jago adalah motif- motif pahatan  yang biasa dipahat. Motif ini di warnai dengan warna merah, dan  hitam yang merupakan warna khas Toraja. Jika ingin mencari ukiran dan perlengkapan dapur seperti talenan,tatakan gelas,ukiran kayu dan lain sebagai nya. Di Ke’te’ Kesu’  kita bisa menemukannya. Dimulai dari Rp 25.000  kita  sudah bisa membawa buah tangan khas Toraja.

Ke’te’ Kesu’. Salah satu tempat yang patut dikunjungi di Tanah Toraja. Ini adalah bagian kebanggaan Pariwisata Indoneisa, Pariwisata Toraja dan berwisata ke Sulawesi ini layak untuk menjadi petualangan dan berlibur. BAW

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *