Wednesday , September 20 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Wisata Spritual di Museum Prasasti
museum prasasti
Detail pada kuburan yang ada di museum Prasasti (Foto: BAW)

Wisata Spritual di Museum Prasasti

Lensawisata.com, Wisata Spritual di Museum Prasasti. Lagu Ave Maria terus terngiang ditelinga. Kematian,kehilangan, dan kesedihan silih berganti berputar dipikiran, saat saya menjejakkan kaki dikawasan ini. Disambut dengan tatapan kosong patung- patung malaikat, dan nisan- nisan tua yang menjadi saksi perjalanan negeri ini memberikan suasana yang sedikit berbeda. Dingin.

Sekarang saya berada di museum yang unik. Museum ini merupakan komplek pemakaman atau pada bahasa Belanda nya disebut kerkof laan yang terletak di Jalan Tanah Abang 1 Jakarta Pusat. Dahulu, makam ini bernama Kebon Jahe Kober yang didirikan pada tanggal 28 September 1795. Sekarang komplek ini dikenal dengan nama sebutan Museum Taman Prasasti. Di kawasan seluas 1.3 Ha ini terdapat 1734 koleksi prasasti. Prasasti tersebut berupa batu nisan dari berbagai tokoh. Tokoh tokoh tersebut di anggap berjasa oleh VOC di bidangnya masing- masing. Militer, pendidikan,seniman,ilmuwan, dan rohaniawan adalah beberapa latar belakang tokoh yang dimakamkan disini. Mereka,diantara nya P.A.V. Michiels (tokoh militer Belanda pada perang Buleleng), Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda), J.H.R. Kohler (tokoh militer Belanda pada perang Aceh), Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura), Miss Riboet, tokoh opera pada tahun 1930-an dan seorang pemberontak pada zaman VOC yang bernama Pieter Erberveld.

Siapa itu Pieter Erberveld? Pieter Erberveld ialah keturunan Indo. Dia adalah tuan tanah kaya raya yang tinggal di kawasan Pangeran Jayakarta. Suatu waktu, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sebagai pihak yang berkuasa ingin memperluas wilayah dan menyita tanah-tanah di Batavia, termasuk tanah milik Pieter Erberveld. Tanah-tanah tersebut disita tanpa adanya ganti rugi. Tidak terima dengan hal tersebut, Pieter Erberveld pun merencanakan sebuah pemberontakan. Pemberontakan ini direncanakan saat perayaan tahun baru, ketika pihak Belanda sedang bersenang-senang merayakan pergantian tahun. Sayangnya, rencana pemberontakan mereka dibocorkan oleh seorang pembantu Pieter Erberveld. Menjelang perayaan tahun baru, Erberveld dan rekan-rekannya ditangkap terlebih dahulu oleh pihak VOC. Mereka diberi hukuman karena telah memberontak.

Hukuman ini berupa kedua tangan dan kaki mereka diikat pada tali tambang. Keempat ujung tali tambang kemudian diikatkan pada kuda-kuda pilihan yang sangat kuat. Kemudian, kuda-kuda tersebut dilecut hingga berlari ke arah-arah yang berlawanan. Badan Erberveld dan rekan-rekannya pun terkoyak. Daging mereka terburai, kulit mereka pecah. Itulah mengapa peristiwa tersebut diberi nama peristiwa pecah kulit. Dan tempat eksekusi Peter menjadi kampung Pecah Kulit, Jakarta.

Untuk mengingatkan masyarakat agar tidak memberontak pada saat itu. Pihak VOC membuat monument dengan tengkorak yang menancap di atas nya. Momunen ini ditulis dengan bahasa Belanda dan Jawa. Bunyi tulisan tersebut adalah “Sebagai kenang-kenangan yang menjijikan pada si jahil terhadap negara yang telah dihukum Pieter Erberveld. Dilarang mendirikan rumah, membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini, sekarang dan selama-lamanya. Batavia, 14 April 1722”.Di museum ini, kita bisa meliat monument tersebut.

Menurut keterangan pihak penjaga museum, sebagian besar jenazah di pemakaman ini sudah dipindahkan. Ada yang sudah di ambil oleh keluarga mereka dan di bawa ke negeri Belanda, Ada yang sudah dipindahkan ke pemakaman di Menteng Pulo, serta ada beberapa yang dipindahkan ke pemakaman umum di Tanah Kusir.
Selain bisa melihat kuburan-kuburan pejabat pejabat pada zaman VOC dan kontroversial. Di Taman Prasati ini, saya melihat batu nisan yang dipahat dengan indah. Batu-batu nisan yang ada di taman ini berfungsi sebagai petunjuk siapa yang dimakamkan. Terdapat logo heraldik yang menunjukkan garis keturunan keluarga, Ada keturunan keluarga Cornelis Breekpot ( militer), Jonatan Michielsz (saudagar Portugis, mardjiker),Cornelis Lindius (agamawan gereja), Juffrow Sara Pedel (saudagar), Catharina van Doorn (anggota dewan Hindia-Belanda), dan Jacques de Bollan (anggota dewan kota Batavia). Logo Heraldik merupakan semacam lambang status sosial yang diberikan kepada suatu keluarga karena memiliki jasa-jasa tertentu.

Saat melihat detail detail indah ini, ingatan saya seperti berjalan ke tahun 1800-an. Pada saat itu, seorang bangsawan Belanda meninggal. Diadakanlah sebuah upacara pemakaman. Pihak keluarga melepaskan orang yang dikasihi dengan rasa sedih. Diiringi tangisan pilu peti mati di turunkan, liang di tutup dan patung batu dari malaikat akan menjadi teman hingga akhir zaman nanti.

Namun, dari semua prasati yang indah beserta sejarah yang menyertai nya. Tujuan saya sebenar nya adalah sebuah nisan seorang tokoh muda yang data dikatakan idola saya. Awal nya saya tidak mengetahui bahwa disinilah nisan Beliau berada. Karena ingin mengecek kebenaran pernyataan teman, Saya mencari nisan Soe Hok Gie. Soe Hok Gie adalah pendaki gunung cum aktifis di tahun 1960-an. Bagi saya, ke museum prasasti adalah sebagai ziarah spiritual. Dan ternyata benar. Disini,saya melihat nisan dari Soe Hok Gie.

Berkunjung ke Taman Prasati ini, seperti kembali ke masa lalu. Zaman dimana Verenigde Oost Indische Company ( VOC) masih berkuasa di Batavia dan Indonesia. Nisan-nisan ini seolah ingin bercerita kepada saya bagaimana dahulunya “mereka” dan siapa “mereka”. Seperti tulisan yang ada di salah satu nisan. Seperti yang berbunyi : SOO GY. NU SYT. WAS. IK VOOR DEESEN DAT. JK, NV BEN SVLT GY OOK WEESEN. ” Seperti anda sekarang, demikianlah aku sebelumnya. Seperti aku sekarang, demikianlah juga anda kelak”. (BAW)

Check Also

Pulau Pamutusan

Eksotisnya Pulau Pamutusan

Lensawisata.com, Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *