Wednesday , October 18 2017
Breaking News
Home / RUANG NUSANTARA / Riau / Zapin Api Permainan Tradisional Rupat Utara
salah seorang pemain zapin api masuk kedalam bara api
salah seorang pemain zapin api masuk kedalam bara api

Zapin Api Permainan Tradisional Rupat Utara

Lensawisata.com, “ Braaak” bara dari sabut kelapa yang dibakar sebelumnya berhamburan, pemuda yang tadi memukul tumpukan sabut kelapa berjalan santai ke arah bara api. dengan mata tertutup, dia mengambil bara dan dengan santai menggosok badannya. Dari arah belakang, terdengar suara petikan gitar gambus dan suara pukulan marwas . Alat-alat musik ini menjadi pengiring kegiatan.

Kemenyan yang digunakan dalam zapin api
Kemenyan yang digunakan dalam zapin api

 

Abdullah bersama lima orang pemain zapin api pada saat memulai acara zapin
Abdullah bersama lima orang pemain zapin api pada saat memulai acara zapin

Malam itu, saat bulan masih tertutup awan. Ditepi pantai Pesona, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis berlangsung permaianan yang sudah empat puluh tahun tidak dimainkan. Masyarakat Rupat Utara menyebut permaianan ini dengan nama zapin api. Zapin api merupakan permainan tradisional masyarakat pesisir Riau. Menurut cerita dari Abdullah ( 70 ) yang merupakan pemimpin grup. Permainan zapin api, pada zaman dahulu merupakan permainan yang biasa dimainkan saat sunatan dan pernikahan. Namun, seiring pertunjukan musik ramai dengan menggunakan keyboard semakin ramai, permaianan ini dilupakan.

Samin mengitari sabut kelapa yang sudah dibakar
Samin mengitari sabut kelapa yang sudah dibakar

Para pemain zapin api, adalah laki-laki. Mereka adalah Ahmad, Udin, Samin,Iwan, dan Agus. Setiap malam, mereka berlatih di rumah Abdullah bersama dengan para pemain marwas dan gambus. Abdullah adalah pemain gambus grup zapin. Permainan zapin api berbeda dengan zapin yang biasa kita tahu. Pada zapin api, mereka menggunakan perantara makhluk gaib.

pemain zapin api bermain bara api
pemain zapin api bermain bara api

Lima belas menit setelah Abdullah memetik gambus. Samin, salah seorang pemain zapin. Menghempas-hempaskan badannya dengan mata tertutup, kemudian, dia berjalan sembari menepukkan kedua tangannya mengikuti irama marwas yang dipukul. Baru dua orang yang bangun sembari menepuk nepuk tangannya, sedangkan tiga orang lainnya masih terbaring diatas rumput.

bara api yang digunakan dalam permainan zapin api
bara api yang digunakan dalam permainan zapin api

Dalam keadaan tidak sadar, Samin langsung berlari kearah tumpukan sabuk kelapa yang dibakar, dia memukul sabuk dan mengambil sabuk dengan tangannya. Hanya dua orang yang melakukan hal yang sama dengan Samin. Mengambil sabuk api. Dua orang pemain masih terbaring.

Para penonton yang berada di sekitaran pagar tali, bersorak riuh rendah melihat hal yang dilakukan para pemain zapin. Hal yang paling menarik adalah, saat Samin menarik salah satu marwas yang dimainkan. Dia memukul marwas dengan sangat keras. Seolah olah mengatakan dia ingin ketukan marwasnya seperti itu.

para pemain zapin api mengajak salah seorang temannya untuk bermain api
para pemain zapin api mengajak salah seorang temannya untuk bermain api

 

“ Pang,pang,pang”.

Dipikiran saya, zapin api malam itu akan berlangsung lama. Namun, hal ini tidak sesuai. Satu persatu para pemain zapin api terbaring diatas tanah. Abdullah, terus memainkan gambus berusaha memancing para pemain zapin bangun dan bermain di api. Usaha ini sia- sia, para pemain hanya sanggup menggerakkan kaki mereka .

penonton zapin api yang berasal dari masyarakat sekitar pantai Pesona
penonton zapin api yang berasal dari masyarakat sekitar pantai Pesona

Abdullah memutuskan untuk menyadarkan pemain zapin api. Satu persatu mereka sadar dan duduk di pinggir. Samin, menuturkan kepada saya. “Saat mereka menutup telinga dan fokus mendengarkan suara gambus. Mereka melihat penampakan perempuan yang mengajak nari bersama. Mereka memainkan bunga yang ada di dekat perempuan itu”. Bunga yang mereka mainkan itu adalah bara dari sabut kelapa yang dibakar.

 

 

Zapin api, malam itu tidak berlangsung lama karena pemain marwas ketakutan saat melihat lima orang pemain zapin mulai tidak sadar sehingga ketukannya tidak seperti biasanya. Saat itulah, Samin menarik alat musik dan meminta mereka memainkan seperti yang dia lakukan.

Samin mengajak pemain marwis untuk mengikuti ketukannya
Samin mengajak pemain marwis untuk mengikuti ketukannya

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Bengkalis, Eduar yang ikut menonton zapin api ini, “ Di tahun 2013, mereka memutuskan untuk memainkan kembali zapin api yang sudah 40 tahun tidak dimainkan. Zapin api ini adalah budaya Riau yang harus dilestarikan”. Muka-muka letih para pemain zapi api menjadi penutup dari permainan tradisional ini. BAW

Abdullah menyadarkan salah seorang pemain zapin api
Abdullah menyadarkan salah seorang pemain zapin api
Abdullah (70) pemimpin sanggar zapin api, Rupat Utara
Abdullah (70) pemimpin sanggar zapin api, Rupat Utara

 

para pemain zapin api kelelahan setelah zapin api selesai
para pemain zapin api kelelahan setelah zapin api selesai

About lensa wisata

Check Also

Festival Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau_lensawisata.com

Festival Bakar Tongkang 2017

Lensawisata.com, Tambur dan simbal di pukul bertalu talu, lelaki tua dengan lengan berotot menghadap ke ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *